Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel usulkan tambahan pupuk subsidi

Senin, 10 September 2012 21:36 WIB
Image Print
Penyaluran pupuk bersubsidi (ANTARA FOTO)
....Sumatera Selatan melalui Dinas Pertanian setempat telah mengusulkan tambahan alokasi untuk setiap pupuk bersubsidi, guna mengantisipasi kekurangan pupuk di daerah tersebut....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan melalui Dinas Pertanian setempat telah mengusulkan tambahan alokasi untuk setiap pupuk bersubsidi, guna mengantisipasi kekurangan pupuk di daerah tersebut.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyampaikan hal itu menanggapi pemadangan umum fraksi DPRD Sumsel terkait mahalnya harga pupuk dan berkurangnya kuota pupuk di Palembang, Senin.

Menurut dia, usulan tambahan alokasi pupuk bersubsidi itu yakni urea sebanyak 48.699 ton, SP 36 sebanyak 35.920 ton, ZA sebanyak 2.885,22 ton, NPK sebanyak 29.000,9 ton dan organik sebanyak 10.555 ton.

Ia mengatakan, alokasi pupuk bersubdisi di Sumsel didasarkan pada alokasi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian.

Pada tahun anggaran 2012 alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumsel yakni urea sebanyak 228.700 ton, SP36 sebanyak 47.200 ton, ZA sebanyak 7.700 ton, NPK sebanyak 129.900 ton dan pupuk organik 22.800 ton.

Bila dilihat dari realisasi penyerapan tahun 2011 maka ketersediaan pupuk bersubsidi 2012 diyakini dapat mencukupi kebutuhan, katanya.

Ia mengatakan, mahalnya harga pupuk anorganik di pasaran saat ini disebabkan harga bahan baku pembuatan pupuk anorganik terus naik dan sebagian besar bahan bakunya masih harus diimpor.

Untuk mengantisipasi mahalnya harga pupuk anorganik maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura telah melaksanakan sosialisasi tentang pupuk alternatif antara lain organik, ujarnya.

Sementara mengenai lahan tidur di Sumsel, Alex menuturkan, lahan tidur didefinisikan sebagai lahan yang tidak diusahakan atau sementara tidak diusahakan di kawasan budidaya.

Lahan tidur di Sumsel seluas 1.113.304 ha yang terdiri atas lahan kering 939.207 ha dan lahan basah 174.097 ha, katanya.(Susi)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026