
Harga karet terjadi penurunan

....Harga karet di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, saat ini mengalami penurunan dibandingkan waktu sebelumnya....
Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Harga karet di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, saat ini mengalami penurunan dibandingkan waktu sebelumnya.
"Untuk mingguan saat ini harga karet Rp9.500 per kilogram, sedangkan karet bulanan masih di atas Rp13.000 per kilogram. Harga jual karet mingguan ini turun sebelum Idul Fitri dan sampai sekarang belum naik," kata Karno (32) salah seorang petani di Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Selasa.
Turunnya harga jual karet di daerah itu kata dia, mulai terjadi sejak awal bulan Ramadhan lalu, untuk karet mingguan semula Rp12.500, kemudian terus turun hingga Rp9.500 per kg. Hal yang sama juga terjadi pada karet bulanan semula Rp16.500 per kg dan turun bertahap hingga Rp13.000 per kg.
Selain terjadi penurunan harga, petani karet di daerah ini juga mengeluhkan berkurangnya produksi getah mereka, akibat pengaruh musim kemarau.
Kendati musim gugur daun sudah berlalu, selanjutnya karet kembali berdaun lebat namun produksi getahnya belum naik dan diperkirakan baru akan normal setelah turun hujan.
Sementara itu hal yang sama juga dikatakan Kasimun (53) petani asal Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, dan berharap harga karet kembali naik sehingga hasil kebun mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Berharap harganya naik lagi, karena saat ini getah karetnya sedikit. Jadi kalau harga mahal, walaupun hasilnya sedikit bisa menutupi kebutuhan sehari-hari," katanya.
Sebelumnya Dinas Perkebunan pada Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (DTPPK) Kota Lubuklinggau, dari pendataan 2011 diketahui luasan kebun karet rakyat di daerah itu mencapai 13.400 hektare dengan produksi per tahun mencapai 17.000 ton. Dari luasan itu saat ini kondisinya 30 persen sudah tua sehingga tidak produktif lagi dan butuhkan diremajakan.
(T.KR-NMD/Ant)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
