Logo Header Antaranews Sumsel

Pengunjung pasar membludak

Jumat, 17 Agustus 2012 14:53 WIB
Image Print
Ilustrasi - pengunjung pasar membludak (FOTO ANTARA)
....Sejumlah pasar tradisional simpang Sungki, Kertapati, Cinde dan pasar Sekip Ujung Palembang, Jumat, tingginya pengunjung ke pasar tersebut membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pengunjung pasar tradisional di Palembang, Jumat atau pada hari libur 17 Agustus 2012 membludak.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional simpang Sungki, Kertapati, Cinde dan pasar Sekip Ujung Palembang, Jumat, tingginya pengunjung ke pasar tersebut membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan.

Kemacetan disebabkan kendaraan roda dua dan empat milik pengunjung pasar diparkir di pinggir jalan menuju kawasan tersebut, karena lahan parkir yang tersedia tidak mampu menampung kendaraan.

Pengunjung pasar membeli berbagai kebutuhan pokok, bumbu dapur, daging ayam, daging sapi, ikan dan bungkus ketupat yang terbuat dari daun pohon kelapa.

Salah seorang pengunjung pasar tradisional Nurlaili mengatakan, menjelang dua hari Lebaran Idul Fitri pengunjung pasar sangat ramai dan harga barangpun mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

"Sebenarnya dia tidak ingin berbelanja mendekati hari Lebaran seperti sekarang ini, namun karena sebagai seorang pegawai negeri hanya memiliki waktu untuk berbelanja keperluan Lebaran pada hari libur ini, harus rela menghadapi kondisi ramai dan lonjakan harga" ujar dia.

Harga barang sekarang ini sangat tinggi seperti daging sapi dijual pedagang Rp115.000,- per kilogram, ikan giling tenggiri papan Rp30.000/kg, ayam potong Rp26.000/kg, kata dia menjelaskan.

Sementara menurut pengunjung pasar lainnya Erna mengatakan, selain mencari beberapa bahan makanan dan bumbu dapur, dia membeli bungkus ketupat yang terbuat dari daun pohon kelapa.

Harga bungkus ketupat dijual pedagang relatif murah Rp10.000 per ikat yang berisi 10 bungkus terbuat dari daun kelapa, kata dia menambahkan. (Y009)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026