Logo Header Antaranews Sumsel

Titik rawan kriminal kereta api dijaga keamanan

Selasa, 14 Agustus 2012 04:53 WIB
Image Print
Petugas polisi sedang siaga pengamanan kereta api (ANTARA FOTO)
....Sarana yakni gerbong dan lokomotif prasanaran seperti jalan dan stasiun, semuanya sudah dikondisikan siap menghadapi arus mudik dan balik lebaran....

Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Sepuluh titik jalur kereta api yang rawan tindakan kriminalitas tujuh hari menjelang lebaran mendapat pengamanan PT KAI dan Brimob Polda Lampung.

"Sedikitnya ada 10 titik yang akan kami tempatkan personel guna mengamankan lokasi tersebut," kata Humas PT KAI Sub Divre 3.2 Wilayah Lampung Zakaria, di Bandarlampung, Senin.

Menurutnya, di titik tersebut kerap terjadi tindakan kriminalitas, seperti pelemparan batu oleh oknum warga dapat membahayakan penumpang kereta api yang melintas.

Sepuluh titik rawan kecelakaan rata-rata berupa perlintasan kereta api yang tidak dijaga. Perlintasan tersebut terdapat di km 18 Desa Bumi Manti, Universitas Lampung, Rajabasa, Bandar Lampung dan perlintasan km 19 Desa Kapten Abdul Haq Rajabasa, km 34 Desa Branti, Lampung Selatan.

Selanjutnya, perlintasan kereta api Jalan Suban, Panjang; Jalan Danau Toba, Bandar Lampung; perlintasan kereta dengan Jalan Jaka Utama, Kedaton, Bandar Lampung; Jalan Ngedung Bumanti, Natar, Lampung Selatan; Jalan Saprodi, Kotabumi, Lampung Utara; Jalan Ahmad Ahwan, Kotabumi, Lampung Utara; dan perlintasan kereta dengan Jalan Ciamis, Way Kanan.

Secara umum kesiapan PT KAI sub divre 2.3 Wilayah Lampung sudah siap 100 persen baik sarana dan prasarana.

"Sarana yakni gerbong dan lokomotif prasanaran seperti jalan dan stasiun, semuanya sudah dikondisikan siap menghadapi arus mudik dan balik lebaran," katanya.

Pada lebaran kali ini, PT KAI mengadakan 15 spektor baru untuk angkutan penumpang dengan kecepatan lebih tinggi.

Lebih lanjut ia mengimbaukan pada masyarakat, mulai 22 Maret sudah menambah satu kereta ekonomi AC yang melayani penumpang dengan harga Rp85 ribu dan menjelang lebaran akan ada kenaikan menjadi Rp100 ribu.

"Untuk tahun ini PT KAI tidak memberi toleransi bagi penumpang berdiri, bila ada lonjakan penumpang, maka kami akan menyiapkan travel bus untuk mengangkut penumpang ke daerah tujuannya masing-masing," ujarnya.

Ia memperkirakan, puncak arus mudik yang menggunakan angkutan kereta akan meningkat pada tiga hari menjelang lebaran.

"Tapi lonjakan itu tidak terlalu ada penumpukan di loket stasiun kereta, karena penumpang telah membeli tiket jauh-jauh hari yang tersedia di swalayan seperti Alfa mart dan Indo Mart," katanya.

Sementara ka humas PT KAI Divre III Sumsel Jaka Jarkasih sebelumnya mengatakan, pihak perusahaan selama angkutan mudik dan arus balik lebaran lebih mengutamakan peningkatan pelayanan, sehingga para penumpang selama dalam perjalanan merasa nyaman dan aman sampai ke tujuan.

Segala upaya dilakukan pihak perusahaan, seperti menyediakan petugas pengamanan baik di stasiun maupun di atas kereta api selama dalam perjalanan, termasuk posko pengamanan dan kesehatan yang setiap saat siap melayani calon penumpang, kata Jaka Jarkasih menambahkan.(Ant)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026