Logo Header Antaranews Sumsel

Indonesia 2025 ditargetkan sejahtera

Selasa, 7 Agustus 2012 15:57 WIB
Image Print
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri (FOTO ANTARA)
....Kemensos juga berkonsentrasi terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial di 50 kabupaten tertinggal dan 39 kawasan perbatasan....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Indonesia tahun 2025 ditargetkan sejahtera yakni tercukupi sandang, pangan dan rasa aman, kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.

Melihat perkembangan program penanganan permasalahan sosial di sejumlah provinsi, Indonesia Sejahtera yang dicanangkan Kementerian Sosial bisa terwujud sesuai dengan target waktu yang ditetapkan, kata Mensos ketika melakukan kunjungan ke Harian Umum Sriwijaya Post di Palembang, Selasa.

Kunjungan ke salah satu media cetak terbesar di Sumatera Selatan itu, sebagai wujud apresiasi Kementerian Sosial (Kemensos) kepada media bersangkutan yang memiliki perhatian besar terhadap potret kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya.

Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir media menjadi kekuatan dahsyat bagi pendidikan dan pencerahan masyarakat serta perubahan perilaku. Media juga memainkan peran dalam perubahan sosial, kata Salim Segaf.

Lebih lanjut Mensos menjelaskan, untuk merealisasikan target "Indonesia Sejahtera", Kemensos saat ini paling tidak harus menyelesaikan 22 permasalahan sosial selain memberdayakan potensi sumber kesejahteraan sosial seperti Karang Taruna, pekerja sosial masyarakat, dan taruna siaga bencana (Tagana).

Permasalahan sosial itu antara lain masih terdapat cukup banyak anak terlantar, lanjut usia terlantar, dan masih banyaknya masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni.

Berdasarkan data sekarang ini tercatat 4,7 juta anak terlantar, 2,9 juta lansia terlantar dan 2,3 juta rumah masyarakat miskin yang tidak layak huni seperti tidak memiliki jamban dan listrik.

Selain itu Kemensos juga berkonsentrasi terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial di 50 kabupaten tertinggal dan 39 kawasan perbatasan, katanya.

Menurut dia, Kemensos mempunyai tugas dan fungsi yang berkaitan dengan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial mencapai tingkat kesejahteraan terbaik.

Semua upaya tersebut dilakukan secara terukur dan terarah setiap tahunnya sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Meskipun demikian, untuk mempercepat penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial tersebut, pihaknya juga berupaya membangun semangat kesetiakawanan sosial dan mendorong dunia usaha terlibat dalam program peduli sosial, kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.(Y009)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026