
Mendikbud nyatakan UKG bukan program dadakan

....UKG ini penting dilakukan untuk melihat sejauh mana kemampuan guru menyampaikan ilmunya kepada murid....
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menyatakan Uji Kompetensi Guru bukan program dadakan, karena sudah dipersiapkan anggarannya sejak tahun 2011
"Anggaran program ini kan sudah disetujui sejak 2011 dan dilaksanakan sekarang jadi bukan dadakan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, UKG ini penting dilakukan untuk melihat sejauh mana kemampuan guru menyampaikan ilmunya kepada murid.
Sehingga, menurutnya kapasitas atau kemampuan guru itu bisa diukur, lalu bisa dievaluasi.
"Selama ini maraknya kehadiran bimbingan belajar untuk menutupi kekurangan itu," ujarnya.
Dia mengatakan, jika ada yang mengganggap program ini adalah bentuk pemborosan anggaran, harus dilihat apakah program sesuai tugas dan fungsi (tupoksi) atau tidak. Kalau tidak sesuai, itu namanya pemborosan.
M Nuh mencontohkan jika anggaran sebesar Rp23 triliun tapi dibutuhkan dan sesuai tupoksi, itu bukan pemborosan. Menurutnya, program UKG ini sesuai tupoksi yang ada.
"Kalau anggaran hanya Rp100 juta tapi tidak sesuai dengan tupoksi, itu pemborosan," katanya.
Menurut data Kemendikbud, anggaran total UKG ini sebesar Rp50 miliar.
Jumlah itu dipergunakan untuk berbagai hal keperluan UKG, antara lain membayar honor pengawas di Kabupaten/ Kota sebesar senilai Rp90.000 perhari.
Selain itu M Nuh mengatakan peserta UKG hingga hari ketiga (1/8) pada gelombang pertama sebanyak 373.415 orang yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Dari jumlah itu baru 243.619 yang bisa diolah oleh Kemendikbud.
Dia mengatakan, UKG ini rencanakan diadakan dalam dua gelombang, yaitu pertama 30 Juli- 12 Agustus dan kedua bulan Oktober. Untuk gelombang pertama akan diikuti sebanyak 985.497 orang, dan gelombang kedua sebanyak 148.148 orang.
"Direncanakan total peserta UKG sebanyak 1.006.211 orang," katanya.
M Nuh yakin hingga akhir pelaksanaan UKG, target guru yang mengikuti program ini akan tercapai.
Menurutnya, ada 4.158 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, ujarnya 2.344 sudah aktif, lalu ada 937 akan diaktifkan pada tanggal 8 Agustus mendatang.
"Ada 877 TUK non aktif, belum teruji," katanya.
Namun dia mengatakan, untuk segala keluhan terkait pelaksanaan UKG ini agar disampaikan kepada Kemendikbud untuk segera diperbaiki. Hal ini untuk memperlancar berjalannya UKG kedepan.
Pelaksanaan di Sumsel
Sementara pelaksanaan UKG di Palembang, Sumatera Selatah hingga Jumat berdasarkan pantauan Antara, berjalan lancar walupun sebagian peserta masih tergolong awam terhadap perangkat komputer terutama internet.
Peserta UKG di Palembang sebagian besar pesertanya para guru yang usianya rata-rata di atas 45 tahun, bahkan sudah banyak mendekati pensiun.(Ant)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
