
Bangka pasok gula merah dari Sumsel

....Gula merah yang saya jual ini didatangkan langsung dari Sumsel karena produksi lokal masih belum mampu memenuhi permintaan masyarakat, sementara permintaannya selama Ramadhan ini meningkat....
Sungailiat, Bangka (ANTARA Sumsel) - Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung masih menerima pasokan gula merah dari Sumatera Selatan, karena produksi komoditas lokal terbatas.
"Gula merah yang saya jual ini didatangkan langsung dari Sumsel karena produksi lokal masih belum mampu memenuhi permintaan masyarakat, sementara permintaannya selama Ramadhan ini meningkat," kata Alam, salah satu pedagang di Pasar Kota Sungailiat, Sabtu.
Ia menjelaskan, saat ini harga gula merah di Pasar Kota Sungailiat, Provinsi Bangka Belitung, mengalami kenaikan dari Rp16 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram karena menigkatnya permintaan masyarakat terhadap gula tersebut.
"Saat ini harga gula merah naik dibandingkan sebelum Ramadhan yakni dari Rp16 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram dan ke depannya kondisi harga komoditas itu tidak bisa diprediksikan," ujarnya.
Seorang perantau Alam, berasal dari Palembang, Sumatera Selatan pekerjaannya menjual aneka sayuran termasuk menyediakan gula merah di Pasar Kota Sungailiat untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia mengatakan, banyaknya permintaan gula merah disebabkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat yang membutuhkan seperti untuk pemanis ketika membuat kue, es, kolak dan lainnya karena sebagian masyarakat lebih menyukai menggunakan gula merah dibandingkan gula pasir.
Apalagi saat ini sedang bulan Ramadhan, dimana secara umum masyarakat kaum muslimin membutuhkan gula merah ketika hendak membuat kolak ataupun kue, sehingga permintaannya terus meningkat yang diiringi dengan kenaikan harga jual.
"Ke depannya saya belum tahu apakah harga gula merah ini akan terus naik atau justeru akan turun karena semuanya tergantung dari kondisi permintaan dan perekonomian masyarakat, namun saya berharap permintaan itu terus meningkat," ujarnya.(Ant)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
