Logo Header Antaranews Sumsel

Walhi: Stop intimidasi petani OI

Kamis, 26 Juli 2012 16:58 WIB
Image Print
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). (FOTO Antarasumselcom)
....Tindakan aparat kepolisian melakukan penggerebekan rumah tokoh masyarakat dan pemanggilan petani baik sebagai saksi cukup meresahkan dan membuat takut petani....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan, Anwar saddat meminta aparat kepolisian yang mengamankan lokasi konflik tanah di Kabupaten Ogan Ilir untuk menyetop tindakan yang mengarah kepada intimidasi petani.

Tindakan aparat kepolisian melakukan penggerebekan rumah tokoh masyarakat dan pemanggilan petani baik sebagai saksi maupun tersangka dalam kasus sengketa lahan dengan PT Perkebunan Nusantara VII beberapa hari terakhir cukup meresahkan dan membuat takut petani, kata Direktur Walhi Sumsel, di Palembang, Kamis.

Menurut dia, tindakan aparat kepolisian tersebut bisa menurunkan semangat juang petani mendapatkan kembali tanah mereka yang luasnya sekitar 15 ribu hektare yang kini dikuasai perusahaan tersebut untuk perkebunan tebu dan pabrik gula.

Jika kondisi tersebut terus berlangsung dikhawatirkan bisa terjadi dua kemungkinan, pertama petani berhenti melakukan gerakan perjuangan mendapatkan kembali tanah mereka dan kedua bisa jadi masyarakat yang tertindas berbalik melakukan perlawanan.

Bila kemungkinan kedua itu terjadi, kondisi Kabupaten Ogan Ilir yang hingga kini masih tenang-tenang saja dikhawatirkan bisa memanas dan terjadi bentrokan antara petani dengan aparat kepolisian.

"Seandainya sampai terjadi bentrokan hebat dan menimbulkan korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang harus dipersalahkan," ujar Saddat.

Untuk mengatasi kondisi di Ogan Ilir agar tidak memanas dan timbul korban jiwa, diharapkan aparat kepolisian bersikap dan bertindak bijak sehingga petani tidak merasa terintimidasi bahkan sebaliknya bersama-sama menjaga keamanan sambil upaya penyelesaian konflik berproses.

Sementara untuk menyelesaikan konflik tanah antara petani dengan PTPN VII, aktivis Walhi Sumsel bersama Tim Advokasi Hukum dan Pencari Fakta Cinta Manis berupaya mendorong pemulihan konflik dengan memberikan pengertian kepada petani dan menunggu realisasi janji dukungan Komisi VI DPR RI serta pihak-pihak lain yang peduli dengan penderitaan masyarakat 21 desa di Kabupaten Ogan Ilir itu.

Dalam pertemuan dengan Arya Bima dari Komisi VI DPR RI pada awal Juli 2012, wakil rakyat itu akan memfasilitasi pertemuan antara perwakilan petani dengan Menteri BUMN yang diharapkan dalam waktu dekat bisa terealisasi, kata dia menambahkan. (Y009)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026