Logo Header Antaranews Sumsel

Bulog siap operasi pasar

Senin, 23 Juli 2012 16:21 WIB
Image Print
Beras tersedia di gudang bulog (FOTO ANTARA)
....Operasi pasar dilakukan untuk menstabilkan kembali harga beras yang telah meningkat di atas normal, agar masyarakat tidak terlalu terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari....

Pangkalpinang (ANTARA Sumsel) - Perum Bulog Bangka Belitung, siap melakukan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga beras selama puasa dan Idul Fitri 1433 Hijriyah.
"Kami siap menyediakan beras murah apabila ada permintaan operasi pasar dari pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menekan kenaikan harga," kata Kasi Pelayanan Publik Perum Bulog Sub divre wilayah Bangka, Slamet Sarban di Pangkalpinang, Senin.

"Sejak diberlakukan otonomi daerah, operasi pasar digelar tidak lagi berdasarkan patokan kenaikan harga beras di pasar, namun atas permintaan dari pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan surat keputusan Kemenkokesra untuk menekan kenaikan harga yang dinilai sudah memberatkan warga," ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan data harga dari Disperidagkop Kota Pangkalpinang, harga beras prenium di sejumlah pasar tradisional masih bertahan stabil, harga beras merek super 111, RM, TR masih bertahan Rp9.500 per kilogam.

"Sampai saat ini belum ada permintaan dari pemerintah kabupaten dan kota untuk digelarnya operasi pasar dan kita siap untuk mengelar OP kapan saja, karena persediaan beras jenis medium di gudang Bulog mencukupi seiring pasokan beras dari Divre Palembang (Sumsel) lancar," ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi pasar dilakukan untuk menstabilkan kembali harga beras yang telah meningkat di atas normal, agar masyarakat tidak terlalu terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Dalam penetapan harga beras dan pelaksanaan operasi pasar, kata dia, Bulog Sub divre Bangka berpedoman surat keputusan Menteri Perdagangan No: 10 Tahun 1995 tentang Operasi Pasar dengan besaran harga Rp5.100 perkilogram untuk Pulau Jawa dan Rp5.200 per kilogram beras OP di luar Pulau Jawa.

"Batasan waktu bukan targetnya, hal ini tergantung pada tercapai atau tidak kestabilan harga beras," ujarnya.(Ant)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026