Logo Header Antaranews Sumsel

Rekor tabuh terbang "papat" terlama

Senin, 16 Juli 2012 20:23 WIB
Image Print
Peserta menabuh terbang saat gelar tabuh terbang papat terlama se-Indonesia selama 83 jam tanpa henti di Masjid Agung kudus, Kudus, Jateng, Minggu (15/7). (FOTO ANTARA)

Kudus (ANTARA Sumsel) - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berupaya memecahkan Museum Rekor Indonesia dan Dunia dengan menabuh terbang "papat" terlama dengan melibatkan 130 grup terbang papat se-Kabupaten Kudus.

Upaya memecahkan rekor tabuh terbang papat terlama dengan target waktu selama 38 jam yang dimulai Minggu (15/7) sore, ditandai dengan penabuhan jidur oleh Bupati Kudus Musthofa disaksikan Manajer Muri Sri Widayati di aula Masjid Agung Kudus yang ada di kompleks Alun-alun Kudus.

Dengan ditabuhnya jidur oleh Bupati Kudus sekitar pukul 17.40 WIB, maka grup pertama yang mendapat kesempatan langsung menabuh terbang papat dengan bacaaan selawat.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Terbang Papat yang juga ketua panitia pemecahan Muri tabuh terbang papat terlama, Kholid Seif di Kudus, dari 130 grup terbang papat yang akan mengikuti pemecahan rekor tersebut merupakan grup terbang papat yang berasal dari sembilan kecamatan di Kudus.

Nantinya, kata dia, masing-masing grup secara bergantian akan melakukan tabuh terbang papat dengan durasi waktu selama 40 menit untuk setiap grup.

Dalam pemecahan rekor tersebut, katanya, terdapat catatan tersendiri, bahwa setiap terdengar azan akan dihentikan sementara selama 15 menit karena peserta pemecah rekor Muri harus menunaikan shalat berjamaah terlebih dahulu.

Rencananya, kata dia, tabuh terbang papat akan berlangsung selama lima hari, yakni dimulai hari ini (15/7) hingga Kamis (19/7) untuk mencapai rekor terlama selama 38 jam.

"Kegiatan ini, bertujuan untuk melestarikan kesenian khas daerah, terutama yang sudah lama berkembang di Kudus agar tetap lestari dan diminati oleh generasi muda," ujarnya.

Bupati Kudus Musthofa berharap, pemecahan rekor tersebut bisa berhasil dengan lancar dan tidak ada hambatan karena pelaksanaannya berlangsung selama lima hari.

"Mudah-mudahan, tidak hanya sekadar memecahkan rekor nasional, akan tetapi bisa memecahkan rekor dunia," ujarnya.

Ia menganggap, upaya pemecahan rekor Muri tersebut, juga sebagai jawaban atas klaim budaya maupun kesenian daerah oleh bangsa lain.

Sementara itu, Manajer Muri Sri Widayati menyambut positif upaya Kudus memecahkan rekor terlama dalam menabuh terbang papat yang menjadi kesenian khas daerah setempat.

Apalagi, kata dia, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk melestarikan kesenian daerah yang kurang diminati oleh generasi muda.

"Pemecahan Muri di Kudus, tidak hanya sekali karena sebelumnya juga sudah pernah memecahkan rekor dengan peserta terbanyak dalam meniup seruling serta pembuatan miniatur menara dari jenang," ujarnya.

Untuk memecahkan rekor terlama, katanya, tabuh terbang papat akan berlangsung selama lima hari untuk mencapai target waktu selama 83 jam.

Meskipun targetnya untuk rekor nasional, katanya, tim Muri akan mencoba mengkomunikasikan kemungkinan target tersebut bisa memecahkan rekor dunia di bidang mahakarya kebudayaan.
(ANT)



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026