Logo Header Antaranews Sumsel

Harga kebutuhan pokok naik

Senin, 2 Juli 2012 14:08 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pedagang sembako terapung di Palembang. (Foto antarasumsel.com/Nila)
....Biasanya permintaan barang kebutuhan pokok akan mengalami peningkatan beberapa hari menjelang puasa atau mendekati Idul Fitri....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga sebagian bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang sejak beberapa hari terakhir ini mengalami kenaikan karena nilai tebus dari agen lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

Seorang pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu, Akim, di Palembang, Senin, mengatakan, kenaikan harga tersebut karena nilai tebus dari agen lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya, sehingga menjual ke konsumen disesuaikan.

Ia mengatakan, beberapa barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan antara lain beras bermerek kualitas sedang dari kisaran Rp158.000 per karung (satu karung isi 20 kilogram) menjadi Rp162.000 hingga Rp162.500.

Harga gula pasir naik dari Rp11.600 menjadi Rp12.400 hingga Rp12.500 per kilogram.

Ia mengatakan, sekarang ini belum ada peningkatan jumlah permintaan, walaupun sudah mendekati bulan puasa.

"Biasanya permintaan barang kebutuhan pokok akan mengalami peningkatan beberapa hari menjelang puasa atau mendekati Idul Fitri," katanya.

Demikian pula halnya dengan stok dan pasokan barang, hingga saat ini masih stabil dan lancar, artinya berapapun dibutuhkan pihak agen bisa memenuhi dan hanya nilai tebus saja ada terjadi kenaikan, katanya menjelaskan.

Sementara, kata dia, harga kebutuhan pokok lainnya masih bertahan, karena jauh hari sebelumnya sudah mengalami kenaikan.

Harga telur ayam ras dalam sepekan terakhir ini masih bertahan kisaran Rp15.000 per kilogram, karena sebelumnya sudah mengalami kenaikan.

Ia mengatakan, harga telur ayam ras memang sudah menjadi kebiasaan setiap menjelang bulan puasa dan mendekati Idul Fitri terjadi kenaikan.

Padahal, kata dia, saat ini pasokan barang dari pengusaha peternak ayam petelur di daerah cukup lancar dan jumlahnya dapat dipenuhi sesuai kebutuhan.

"Jadi hanya nilai tebus dari agen saja yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, dengan alasan harga pakan tinggi," katanya.

Selanjutnya, harga minyak goreng curah hingga saat ini masih bertahan kisaran Rp9.800 per kilogram.

Harga minyak goreng curah biasanya menyesuaikan dengan perkembangan harga bahan baku minyak sawit mentah (CPO).
Berdasarkan data di Dinas Perkebunan setempat sekarang ini harga CPO terjadi penurunan karena pengaruh pasaran di luar negeri yang merosot, sehingga berpengaruh terhadap penjualan di dalam negeri.

Harga sembako lainnya seperti tepung terigu kualitas sedang stabil di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.600 per kilogram. (M033)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026