
Program makan tanpa beras diikuti semua kalangan

....Program daerah itu tidak lagi mengkonsumsi beras sebagai bahan pokok utama, menjadi daya tarik sendiri dalam acara lomba desa tingkat provinsi di daerah tersebut....
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Program satu hari makan tanpa bahan yang berasal dari beras diikuti semua kalangan baik pejabat maupun masyarakat umum, mulai diterapkan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Selasa.
Ketika acara penilaian pemenang lomba desa di daerah itu untuk tingkat provinsi, semua yang dimakan baik oleh bupati, wakilnya, pejabat, forum komunikasi pimpinan daerah termasuk tim penilai dan masyarakat umum dari provinsi tidak ada beras, hanya nasi jagung dan tiwul.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten setempat Ramdani, di Mukomuko mengatakan
program bupati daerah itu agar warga tidak ketergantungan dengan beras saat acara penilaian Desa Tirtamulya untuk tingkat provinsi akhirnya terwujud.
"Bupati Ichwan Yunus yang sejak awal memprogramkan dalam setiap acara resmi pemerintah setempat maupun warga agar tidak mengunakan beras sebagai makanannya, tetapi pangan lain yang gizinya sama dengan beras," katanya menambahkan.
Padahal, lanjutnya, sebagai wakil daerah itu mengikuti lomba desa tingkat provinsi, Desa Tirtamulya melimpah hasil padinya baik dari lumbung yang terisi penuh termasuk penggilingan.
Dengan telah dimulainya daerah itu tidak lagi mengkonsumsi beras sebagai bahan pokok utama, menurut dia, menjadi daya tarik sendiri dalam acara lomba desa tingkat provinsi di daerah tersebut.
Termasuk dari tim penilai lomba desa dari provinsi itu, lanjutnya, yang baru pertama kalinya dalam setiap acara besar seperti itu makan tanpa beras.
Selain ketertarikan itu, ia menambahkan, tim penilai lomba desa dari provinsi merasa kagum karena desa tersebut memiliki lumbung padi termasuk penggilinganya yang aktif dengn jumlah beras melimpah.
"Kalau untuk lumbung padi, Desa Tirtamulya itu sudah berkali-kali menang di tingkat provinsi," ujarnya.
Ia menerangkan, dalam kegiatan penilaian desa pemenang tingkat kabupaten di daerah itu digelar berbagai acara pelayanan kesehatan mulai dari berobat gratis, sunatan massal, pembagian kacamata gratis, dan pelayanan keluarga berencana gratis.(Ant)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
