
Suplai elpiji 3 kg di Sumsel berkurang

Palembang (ANTARA Sumsel) - Suplai gas elpiji tabung isi tiga kilogram ke agen di Sumatra Selatan pada Juni 2012 ini mengalami pengurangan sekitar 10-50 persen.
"Pada Juni ini sudah mulai pengurangan antara 10-50 persen," kata Sekretaris DPD Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas Sumatra Bagian Selatan Hj Nina Hikmah di Palembang, Selasa.
Menurut dia, nanti yang boleh memakai elpiji tiga kilogram adalah mereka yang dapat paket konversi, kemudian UKM.
"Sementara bagi mereka yang sebelumnya eksodus dari 12 kilogram ke tiga kilogram kami harapkan kembali ke 12 kilogram, karena depotnya akan dibuka oleh Pertamina kembali," katanya.
Ia mengatakan, kuota elpiji tiga kilogram untuk Sumsel sebanyak 75 ribu ton per tahun dan yang sudah terpakai sampai tiga bulan terakhir 22 ribu ton, jadi nantinya bisa over kuota.
Sementara untuk gas 12 kilogram itu merupakan alokasi dan kalau ada kelangkaan elpiji tiga kilogram, Pertamina akan melepas yang 12 kilogram.
Sementara mengenai harga elpiji tiga kilogram itu apakah harganya akan naik, ia menyatakan, kalau naik pasti, karena suplai berkurang di tingkat pangkalan akan naik. Bahkan, di daerah itu sampai 20-30 persen kenaikannya dari harga normal.
Kalau harganya sudah naik, maka sulit mau menurunkannya lagi dan memang secara nasional elpiji ini sama dengan BBM dianggap sudah over kuota dan Pertamina trauma 1,5 juta kiloliter BBM belum dibayar oleh pemerintah, tuturnya.
Jumlah agen elpiji di Sumsel secara keseluruhan sebanyak 150 agen.
Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel Agus Sutikno mengatakan, elpiji tiga kilogram itu merupakan program pemerintah yang harus diakui sukses dalam konversi minyak tanah ke gas.
Akan tetapi, masyarakat sudah mulai menggunakan gas, malah gasnya tidak ada dan mereka sudah meninggalkan minyak tanah.
Jadi, kebijakan tentang gas diubah, kalau selama ini banyak diekspor, maka perlu dihitung kembali kebutuhan domestik juga penting, katanya. (susi)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
