Logo Header Antaranews Sumsel

Pedagang pengecer BBM mulai bermunculan

Senin, 28 Mei 2012 15:16 WIB
Image Print
Pedagang pengecer BBM/ilustrasi (FOTO ANTARA/Yusran Uccang)
....Saya terpaksa memanfaatkan pedagang pengecer ketimbang harus antre berjam-jam di SPBU....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pedagang pengecer bahan bakar minyak khususnya jenis premium atau bensin di Kota Palembang sejak beberapa pekan terakhir ini mulai banyak bermunculan karena diminati warga yang membutuhan segera.

Berdasarkan pemantauan Antara di Palembang, Senin, para pedagang pengecer premium tersebut mangkal di pinggiran jalan strategis terutama tidak jauh dari lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Saya terpaksa memanfaatkan pedagang pengecer ketimbang harus antre berjam-jam di SPBU," kata salah seorang warga yang sedang membeli salah satu jenis bahan bakar itu di pedagang pengecer kawasan Jalan A Yani Palembang.

Menurut dia, membeli di pedagang pengecer terpaksa dilakukan meski harganya jauh lebih mahal yakni Rp 7.000 per liter untuk premium.

Menurut Romi, salah satu pedagang di kawasan Jalan A Yani itu, berdagang eceran premium cukup menguntungkan, karena banyak dibutuhkan warga yang ingin cepat dan tidak mau antri di SPBU.

"Lumayan beli di SPBU harga normal Rp4.500 bisa dijual hingga tertinggi Rp7.000 per liter," katanya.

Mengenai cara mendapatkan premium tersebut, menurut dia, tidak sulit cukup antrian di SPBU membeli dengan mengisi tanki mobil sampai penuh.

"Memang membutuhkan waktu lama hingga lebih satu jam di SPBU baru dapat giliran, karena panjangnya barisan kendaraan yang sama-sama ingin mengisi BBM," katanya.

Ia menambahkan, setelah tanki mobil diisi penuh baru dikuras kembali dan didjual ke pengendara yang melintas.

Suasana antrean panjang kendaraan konsumen di sejumlah SPBU di Kota Palembang Sumatera Selatan semakin parah dan kian memacetkan arus lalu lintas.

Memang kondisi di sejumlah SPBU tersebut sudah mendapat perhatian DPRD Sumatera Selatan dengan mendukung gubernur setempat untuk meminta tambahan kuota bahan bakar minyak ke pusat.

"Kami akan lihat, kalau sampai kelangkaan ini cukup meresahkan dan menjadi kendala harus mengambil sikap tegas," kata Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo. (M033)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026