Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet bertahan

Senin, 14 Mei 2012 20:08 WIB
Image Print
Seorang petani menyadap getah karet (FOTO ANTARA/FB Anggoro/Koz/nz/09)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet petani melalui pasar lelang Koperasi Unit Desa di Sumatera Selatan, Senin bertahan pada kisaran Rp19.685 per kilogram, sama dengan kondisi pekan lalu.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Minarsih, di Palembang Senin mengatakan, harga karet giling tipis melalui pasar lelang di Koperasi Unit Desa (KUD) di daerah tersebut selama sebulan ini belum stabil, namun sepekan terakhir tidak terjadi perubahan.

Menurut dia, sebulan terakhir harga karet melalui pasar lelang KUD memang selalu ada perubahan dari naik, kemudian turun lagi dan seterusnya. Hanya saja dalam sepekan terakhir masih bertahan di kisaran Rp19.685 per kg.

Mengenai proses penjualan melalui pasar lelang KUD itu, biasanya para pedagang pengumpul membeli karet dari para petani. Dari KUD baru diangkut dengan truk dijual ke pengusaha pabrik di Palembang, kata pedagang pengumpul dari daerah Prabumulih ketika ditemui di kawasan salah satu pabrik di Kecamatan Kertapati, Minggu (13/5).

Namun demikian, ada pula para pedagang pengumpul tidak melalui pasar lelang KUD, tetapi langsung dijual ke pengusaha pabrik di Palembang, tergantung perkembangan harga yang lebih menguntungkan.

Mengenai harga karet di Sumsel, biasanya disesuaikan dengan nilai beli dari perusahaan anggota Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) setempat yang melakukan kegiatan ekspor.

Harga karet di Sumsel selalu berpatokan dengan pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas andalan daerah tersebut diekspor ke sejumlah negara konsumen.

Selain di tingkat KUD, harga bahan olah karet kualitas 90 persen di tingkat pabrik Sumatera Selatan, akhir pekan ini tercatat Rp30.262 per kg atau turun dibandingkan sebelumnya mencapai Rp30.445/kg.

Sekretaris Gapkindo Sumsel H Awie Aman di Palembang, secara terpisah mengatakan harga bahan olah karet (bokar) kualitas 90 persen di tingkat pabrik terus bergerak turun, namun masih rata-rata di atas Rp29 ribu per kg, karena harga terendah pada 18 April tercatat Rp29.929 per kg.

Demikian harga bokar petani kualitas 80 persen tercatat Rp26.900 per kg, atau turun dibandingkan sebelumnya mencapai Rp27.062 per kg.

Mengenai kegiatan ekspor yang dilakukan pengusaha eksportir anggota Gapkindo di Sumsel, berdasarkan data yang dicatat pihak Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, secara keseluruhan total nilai ekspor nonmigas Sumsel pada Januari 2012 menghasilkan devisa 269,789 juta dolar AS.

Sementara, dari jumlah total nilai devisa ekspor nonmigas Sumsel itu, 219,524 juta dolar dolar di antaranya dipasok melalui komoditas karet, disusul batu bara 7,630 juta dolar dan kayu/produk kayu 1,501 juta dolar. (M033)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026