
Ayah pramugari yakin putrinya selamat

....Hati saya yakin, anak saya selamat. Saya sangat berharap bisa bertemu....
Bogor (ANTARA Sumsel) - Ayah pramugari maskapai penerbangan Sky Aviation Dewi Mutiara (25), Sidup Usman (50), masih yakin putrinya yang menjadi salah satu penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor selamat.
"Hati saya yakin, anak saya selamat. Saya sangat berharap bisa bertemu," kata Sidup saat ditemui di lokasi Posko Basarnas di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Sidup menyebutkan putrinya, Dewi Mutiara (25), merupakan pramugari dari maskapai penerbangan yang tengah melakukan uji coba terbang tersebut.
Menurut Sidup, putrinya sudah lima bulan ini bergabung dengan maskapai Sky Aviation.
Sebelumnya, putri pertama Sidup tersebut pernah bekerja selama lima tahun sebagai pramugari Lion Air dan di Starline.
Sidup mengatakan bahwa putrinya bergabung dengan maskapai Sky karena merasa cocok dengan sistem kerjanya.
Selama menjadi pramugari, Dewi tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya yang menetap di Ciputat.
"Putri saya itu sudah mandiri sejak menjadi pramugari tinggal di apartemen dekat Bandara Soekarno-Hatta. Kalau pulang, sekali sepekan atau kadang dua pekan sekali setelah terbang," kata Sidup yang berprofesi sebagai guru tersebut.
Menurut dia, putri pertamanya itu sejak kecil bercita-cita ingin menjadi pramugari.
Pria yang mengajar di sekolah dasar ini mengaku khawatir dengan profesi anaknya sebagai pramugari tersebut.
"Sering khawatir kalau setiap kali berangkat. Takut kenapa-kenapa," katanya.
Sidup mengaku kontak terakhir dengan anaknya terjadi pada hari Rabu (9/5) sebelum berangkat terbang bersama dengan Sukhoi Super Jet 100.
"Sekitar jam 06.00 WIB, anak saya kasih kabar ingin terbang uji coba dengan pesawat Sukhoi ini. Saya jawab hati-hati, dan saya suruh dia salat dulu sebelum berangkat," katanya.
Sejak hari itu, lanjut bapak empat orang anak tersebut tidak berhubungan lagi dengan putri pertamanya tersebut.
Sidup yang mengetahui peristiwa hilang kontak Sukhoi Super Jet 100 melalui pemberitaan sontak kaget.
Dengan penuh harap, Sidup membawa serta istrinya, bapaknya dan kerabatnya ke Bogor untuk mencari tahu informasi keberadaan putri mereka.
Menurut H. Rizan (69)--kakek Dewi--dirinya bersama keluarga datang ke Bogor karena ingin mengetahui secepatnya informasi tentang keberadaan pesawat tersebut.
"Kami sejak berita diturunkan, langsung menuju Bogor. Kami sudah ke Rindam, Cidahu, tapi sampai sekarang belum mendapatkan informasi apa-apa. Kami sangat berharap informasi keberadaan pesawat segera diketahui," kata Rizan.
Keluarga Dewi datang dengan menggunakan dua mobil.
Ibu kandung Dewi terlihat shock dan bersedih atas peristiwa yang menimpa anaknya.
Saat ini, keluarga Dewi masih berada di Kantor Desa Tenjolaya dan menunggu kabar hilangnya pesawat tersebut.
(ANT/KR-LR*A035/D007)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
