
REI diharapkan perhatikan pembangunan rumah MBR

Palembang (ANTARA Sumsel) - Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra mengharapkan anggota Real Estat Indonesia di daerah itu memperhatikan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Besar harapan kami kepada seluruh anggota REI untuk lebih memperhatikan pembangunan rumah bagi MBR," kata wali kota setelah menerima DPD REI Sumatera Selatan di Palembang, Selasa.
Ia mengharapkan agar bagaimana caranya supaya semua orang di Palembang mempunyai rumah terutama mereka yang belum mampu.
Perumahan di Palembang banyak, begitu juga pilihannya. Sekarang tipe 36 dijual dengan harga Rp70 juta, tetapi mungkin agak berat bagi MBR.
Memang ada rencana Pemerintah Kota Palembang membantu tanah untuk pembangunan rumah, tetapi hanya di daerah kumuh di bantaran Sungai Musi seperti di 3-4 Ulu, katanya.
Mengenai ganti rugi tanah itu belum ada laporan, tetapi akan dicari terus untuk membebaskan lahan memang sulit, karena minimnya lahan yang ada belum dibangun.
"Bisa juga membebaskan yang sudah dibangun, tetapi tidak sesuai dengan penataan kota dan juga tidak ada izin," tuturnya.
Mengenai berapa unit rumah yang akan dibangun di kawasan kumuh itu, ia menyatakan, kalau mereka ingin sebanyak-banyaknya sampai daerah kumuh tersebut tuntas semuanya.
Sekarang ini baru bergerak di Seberang Ulu I, belum Seberang Ulu II, Kalidoni, Sungai Lais, Tangga Buntung mungkin sedikit yang terbanyak di Seberang Ulu I, kalau di Kertapati mungkin di daerah Sungki.
Sementara daerah Kertapati di dekat PT Kereta Api Indonesia, semua tanah milik perusahaan itu dan sudah mulai dibebaskan oleh perusahaan itu dengan swasta dan ini tentunya telah membantu menghilangkan kekumuhan.
Kalau rumah tipe 36 dengan harga Rp70 juta itu kemurahan menurut REI makanya mereka memperjuangkan ke angka Rp88 juta, tetapi bagi MBR itu harganya mahal.
Jika dibantu tanahnya mungkin harga rumahnya bisa Rp40 juta sampai Rp45 juta, ujarnya. (ANT/KR-Sus)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
