
BBM bersubsidi hanya untuk warga miskin

.....Jika memang antrean itu akibat pengurangan pengiriman oleh Pertamina maka harus jelas dulu, sebabnya karena apa.....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota DPRD Sumatera Selatan mengimbau warga masyarakat ekonomi mampu sebaiknya tidak membeli bahan bakar minyak bersubsidi supaya bisa dinikmati yang berhak menerimanya.
Ketua Komisi III DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas di Palembang, Rabu, menyampaikan imbauan itu menanggapi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di beberapa daerah menjelang dilakukan pengetatan subsidi BBM.
Menurut dia, antrean yang terjadi itu harus dicermati apakah karena peningkatan permintaan atau memang terjadi pengurangan pengiriman oleh Pertamina.
"Jika memang antrean itu akibat pengurangan pengiriman oleh Pertamina maka harus jelas dulu, sebabnya karena apa," katanya.
Kemudian kalau memang masih ada stok dan jatahnya, mengapa harus dikurangi, katanya.
Ia menyatakan, kalau memang ada peningkatan permintaan dari masyarakat, karena ketakutan akan pembatasan atau ada yang akan menimbun, maka para penimbun harus menyetop aksinya agar tidak merugikan masyarakat lainnya.
Ia juga berharap, Pertamina sebagai penyalur BBM bersubsidi tidak menahan pasokan dan tetap menyalurkannya sesuai dengan jatah BBM bersubsidi yang harus disalurkan ke daerah-daerah tersebut.
Ia mengimbau aparat serta pemerintah daerah setempat aktif mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar tidak diselewengkan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan alat transportasi seefisien mungkin agar BBM bersubsidi tetap bisa dinikmati masyarakat.
Sementara Asisten Manager External Relation Fuel Retail Marketing PT Pertamina Region II Sumbagsel Robert MV mengatakan, penyaluran BBM bersubsidi ke daerah-daerah sesuai dengan kuota.
Kabupaten Lahat memang pada 2012 mengalami penurunan pasokan sekitar 500 kiloliter jenis premium.
Pada 2011 di Kabupaten Lahat untuk premium sebesar 25.809 kl, sedangkan solar 33.363 kl, sementara tahun 2012 untuk premium 25.305 kl dan solar sebanyak 30.009 kl.
Sementara untuk Kota Lubuklinggau pada tahun ini justru kuotanya mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun lalu, tuturnya.
Jadi, pihak pertamina menyalurkan BBM bersubsidi itu sesuai dengan kuota masing-masing daerah, tegasnya.
Sekarang ini ada 63 SPBU yang sudah menjual pertamax di Sumsel. (sus)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
