
Karet petani Sumsel Rp27.362/kg

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bahan olah karet kualitas 80 persen di tingkat petani Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa tercatat Rp27.362 per kilogram (kg), turun dibanding pekan sebelumnya Rp27.629 per kg.
Sekretaris Gabungan Pengusaha karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel H Awie Aman di Palembang, mengatakan harga bahan olah karet (bokar) kualitas 80 persen di tingkat petani dalam sepekan terakhir belum stabil, namun rata-rata masih di atas Rp27 ribu per kg.
Dikemukakannya, selama sepekan terakhir harga bokar kualitas 80 persen ditingkat petani, ternyata tidak stabil selalu terjadi perubahan tergantung perkembangan harga ditingkat pabrik anggota Gapkindo Sumsel.
Menurut dia, harga karet di Sumsel hingga saat ini masih tetap berpatokan dengan pasaran yang dibeli pengusaha pabrik di Sumsel.
Di samping itu, kata dia, juga menyesuaikan dengan pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil karet dari provinsi itu diekspor.
Secara keseluruhan dari total nilai ekspor nonmigas Sumsel pada Januari-Desember 2011 tercatat menghasilkan devisa 4,556 miliar dolar Amerika Serikat.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Haslani Haris bahwa dari total nilai ekspor nonmigas tersebut, 3,868 miliar dolar diantaranya dipasok melalui komoditas karet.
Sementara dari tujuh komoditas andalan ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Desember 2011 yang menghasilkan devisa 4,076 miliar dolar AS itu, ternyata karet menjadi penyumbang terbesar, disusul batu bara 120,195 juta dolar, minyak sawit mentah (CPO) 53,737 juta dolar dan kayu/produk kayu 16,065 juta dolar.
Sedangkan beberapa komoditas lainnya rata-rata hanya menyumbang kurang dari 15 juta dolar, dan bahkan paling rendah teh hanya memberikan kontribusi 987.119 dolar AS, katanya.
Khusus pada Januari 2012 saja, nilai ekspor nonmigas Sumsel hanya menghasilkan devisa total 269,789 juta dolar, dan karet masih tetap menjadi penyumbang devisa terbesar tercatat 219,524 juta dolar AS. (ANT-M033)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
