Logo Header Antaranews Sumsel

Harga beras bermerek di Palembang naik

Minggu, 11 Maret 2012 10:43 WIB
Image Print
Warga kota tengah "memburu" kebutuhan pokok di salah satu pasar tradisional di Palembang. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/11)

Palembang, (ANTARA News) - Harga beras bermerek dalam kemasan karung isi 20 kilogram di sejumlah pasar tradisional Palembang, sejak dua pekan terakhir terjadi kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp2.500 per karung dari harga biasa.

Menurut Akim, pedagang sembilan barang kebutuhan pokok (Sembako) di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang, Minggu, naiknya harga beras bermerek dalam kemasan tersebut karena nilai tebus dari agen memang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, sehingga menjual ke pelanggan disesuaikan.

Ia mencontohkan, beras berkualitas sedang kemasan karung 20 kg sekarang dijual kisaran Rp156 ribu per karung dari sebelumnya Rp154 ribu per karung. Waupun nilai tebus ada terjadi kenaikan, namun pasokan beras kemasan tersebut tetap lancar dan jumlahnya cukup banyak.

Demikian pula dengan daya beli, sepertinya tidak ada pengaruhnya, karena sebagian besar pembeli adalah warga golongan menengah ke atas.

Sementara, sejumlah warga ketika dimintai tanggapannya tentang kenaikan harga tersebut, menyatakan tidak dipersoalkan karena mereka rata-rata membeli beras lokal yang harganya terjangkau dan bukan dalam kemasan bermerek.

Di samping itu, jarang membeli beras di pasar yang harganya tinggi, karena ada pembagian beras dari pemerintah untuk keluarga miskin (Raskin), kata Ny Hartatik, warga mengaku tinggal di Kenten Azhar Palembang.

Menurut dia, jatah Raskin dari pemerintah yang diterima tiap bulan sebanyak 15 kilogram hanya dihargai Rp2.500 per kg, jauh lebih rendah dibanding harga beras kualitas sama di pasaran mencapai Rp7.500 per kg.

Ia berharap, jatah raskin dari pemerintah tersebut tetap disalurkan tiap bulan, hanya yang menjadi permasalahan sekarang adalah soal kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir dan minyak sayur.

Sekarang ketika pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan gaji pegawai, walaupun belum diterima atau akan dibayarkan beberapa bulan mendatang, namun harga kebutuhan pokok di pasaran sudah naik duluan, kata Sarno, warga lainnyan.

Belum lagi sudah ada rencana pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (premium), berdasarkan pengalaman dengan sendirinya harga kebutuhan pokok juga akan kembali mengalami kenaikan, katanya.

Sementra mengenai stok beras di pasaran, pihak Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan sudah mulai melakukan pembelian beras kepada petani sebanyak 300 ton.

"Kita mulai melakukan pembelian beras kepada petani di daerah-daerah yang sudah panen, dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Kota Palembang," kata Kasi Humas Perum Bulog Divre Sumsel, Fahmi. (ANT-Parni)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026