Logo Header Antaranews Sumsel

Produk perikanan laut Jambi bebas formalin

Senin, 20 Februari 2012 15:25 WIB
Image Print

Jambi, (ANTARA News) - Produksi perikanan hasil tangkapan nelayan di pantai timur Provinsi Jambi, sampai saat ini masih bebas dari zat berbahaya formalin yang banyak digunakan nelayan untuk mengawetkan ikan laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tanjung Jabung Barat Husaini di Jambi, Senin mengatakan, pihaknya secara rutin terus memantau dan memeriksa hasil tangkapan nelayan di daerahnya.

"Sampai saat ini kita belum memenukan nelayan di pantai timur, khususnya di kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menggunkan formalin untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya," katanya.

Ia menyebutkan, pemeriksaan dan pengawasan secara rutin itu terus dilakukan dalam upaya menjaga kualitas atau mutu hasil tangkapan untuk menjaga citra produksi laut nelayan kawasan pantai timur di mata eskportir dan pelaku pemasaran ikan laut.

Menurut dia, dalam menjaga atau mengawetkan hasil tangkapan, nelayan di pantai timur tetap mengandalkan es batu yang biasa digunakan tanpa harus menggunakan formalin.

Untuk itu DKP dan pengusaha es batu di Tanjung Jabung Barat terus meningkatkan produksi bahan pendingin untuk mengawtkan hasil tangkapan tersebut.

Nelayan di kawasan pantai timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat membutuhkan 50 hinggan 60 ton es batu setiap hari untuk mengawetkan hasil tangkapannya.

Ia menyebutkan, produksi es batu lokal di Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini baru mencapai 25 ton, meliputi 15 ton produksi usaha milik pemerintah dan sepuluh ton dari usaha milik swasta.

Kekurangan kebutuhan batu es itu nelayan bisa mendapatkan dari provinsi tetangga kepulauan Riau yang berdekatan atau berbatasan dengan pantai timur.

Pengguna batu es di pantai timur yakni mereka yang bergerak dalam usaha perikanan, meliputi nelayan, pengelola usaha perikanan, penampung hasil tangkapan, pedagang dan lainnya.

Khusus nelayan, saat tercatat sekitar 2.000 lebih nelayan yang setiap hari menjalankan aktivitasnya melaut mencari dan menangkap ikan yang membutuhkan batu es tersebut.(ANT-M037/Parni)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026