
Sumsel luncurkan program desa model

Palembang, (ANTARA News) - Menteri Pertanian RI Suswono menyatakan, pada tahun 2012 ini, Provinsi Sumatera Selatan mulai meluncurkan program desa model di masing-masing kabupaten.
"Kita wajibkan setiap provinsi membuat desa model," kata Mentan ketika peluncuran desa model berbasis kawasan rumah pangan lestari di Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Jumat.
Menurut dia, pada tahun 2012 ini Sumsel yang memiliki 11 kabupaten dan empat kota, akan ada delapan kabupaten masing-masing memiliki desa model yang diharapkan jumlahnya bertambah sampai semua kabupaten/kota melaksanakan program tersebut.
Desa Model di Kelurahan Talang Keramat itu kalau bisa tetap dilestarikan ke depannya, kata dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, lahan-lahan yang sempit di sekitar rumah sekitar 100 hingga 200 meter, kalau puluhan juta keluarga bisa jumlahnya ratusan ribu hektare dapat dimanfaatkan dalam program desa model tersebut.
"Ini sebetulnya pekerjaan yang ringan dilakukan skala rumah tangga, buktinya ada satu rumah tangga menghasilkan sebesar Rp1,5 juta per bulan dari sayuran saja, belum dari ikan dan lainnya," ujar dia.
Ia menuturkan, potensi yang sangat besar ini akan dioptimalkan pekarangannya. Ini sudah dicanangkan presiden dengan gerakan perempuan untuk optimalisasi pekarangan.
"Sekarang kita perluas lagi dengan kawasan rumah pangan lestari, oleh karena itu sudah kita wajibkan setiap provinsi membuat desa model," kata dia.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, desa model di Kelurahan Talang Keramat ini dapat dicontoh daerah lain.
Desa model itu sekarang ini baru satu di Kelurahan Talang Keramat, dan merupakan pemikiran dari Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Sumsel konsep dasarnya, bersinergi dengan program tim PKK, ujar dia.
Hadir pula pada peluncuran desa model berbasis kawasan rumah pangan lestari di Kelurahan Talang Keramat itu Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed.
Pantauan ANTARA di lokasi, para warga memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan menanam sayuran seperti kangkung, cabai, sawit dan seledri di dalam pot.
Harga satu pot seledri itu dijual warga dengan Rp30 ribu, kemudian pohon cabai Rp25 ribu per pot.
Kemudian perkampungan penduduk itu tertata dengan rapi dan sayur-sayuran juga banyak ditanam di sekitar rumah warga.
Di gerbang masuk desa model itu juga terdapat kios-kios warga yang menjual hasil panen kebun mereka seperti jagung manis, sayuran dan buah-buahan. (ANT-SUS)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
