
SJI harus mampu cetak wartawan profesional

Jambi, (ANTARA News) - Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang gencar melakukan kegiatan, hendaknya mampu mencetak wartawan profesional dan sanggup membuat berita berkualitas.
Asisten III Setda Provinsi Jambi, Natres Ulfi pada pembukaan sekolah jurnalisme Indonesia angkatan ke dua di Jambi, Senin mengatakan, SJI diharapkan mampu mencetak wartawan-wartawan profesional yang ahli dalam bidangnya.
"Lewat karya wartawan profesinal akan mampu menghasilkan berita-berita berkualitas, bukan opini, fitnah atau berita ngarang lainnya," katanya.
Ia mengakui, saat ini cukup banyak wartawan yang statusnya tidak jelas, mereka datang bukan untuk cari berita, justru menakut-nakuti nara sumber dan minta uang.
Keberadaan wartawan yang tidak jelas statusnya itu cukup meresahkan narasumber, dan diharapkan lewat SJI dan uji kompetensi wartawan (UKW) keberadaan wartawan dan koran bisa terukur, sehingga nara sumber bisa membedakan mana yang harus dilayani dan yang tidak perlu ditanggapi.
Dalam keterangan terpisah, Ketua PWI Cabang Jambi, Mursyid Songsang mengatakan, wartawan di Jambi, patut bersyukur mendapat kesempatan mengkikuti SJI, bertepatan dengan ditunjukknya Provinsi Jambi sebagai tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN).
Momentum HPN PWI pusat memberikan kesempatan kepada PWI Jambi menggelar SJI untuk mendidik para wartawan supaya profesional dalam mengemban tugasnya.
Dukungan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus yang memberikan pendanaan baik, SJI maupun UKW sebagai wujud perhatian dalam menjadikan wartwan di Jambi handal dalam tugasnya.
Kesempatan mengikuti pendidikan gratis di Balai Diklat Jambi harus dapat dimanfaatkan wartawan untuk menimba ilmu jurnalis tersebut.
Ia mengatakan, penyelenggraan SJI tidak mudah, kalau harus mengikuti sesuai aturan yang dilaksanakan PWI pusat dan di daerah lain, harus membayar atau dekenai dana minimal Rp3 juta per orang.
"Wartawan yang mengikuti SJI jangan semata mengharapkan sertifikat, namun lebih penting menimba ilmu yang diajarkan pengajar yang sebagian besar dari pusat," kata Musyid Songsang.(ANT-M037/M033)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
