
BP3MD Sumsel butuh tenaga menguasai bahasa asing

Palembang, (ANTARA News) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Asmawaty, menyatakan Kantor Badan Promosi Perizinan Penanaman Modal Daerah Sumatera Selatan perlu memiliki tenaga atau pegawai yang menguasai bahasa asing untuk memudahkan melayani para investor berinvestasi.
Kantor tersebut perlu ada pegawai mengerti bahasa asing minimal bahasa Inggris, sehingga investor yang datang untuk berinvestasi ke daerah ini tidak kesulitan dalam berkomunikasi, kata Asmawaty pada pertemuan anggota DPD-RI utusan Sumatera Selatan dengan pihak BP3MD setempat di Palembang, Kamis.
Asmawaty yang juga di dampingi anggota DPD-RI lainnya Abdul Azis itu dihadapan pejabat di BP3MD Sumsel menekankan, bila perlu ada pegawai mengerti berbahasa Inggris, China dan Arab, sehingga ketika investor dari negara tersebut mengajukan izin berinvestasi dapat berkomunikasi dengan baik.
Pernyataan wakil rakyat utusan Sumsel itu, menanggapi keluhan disampaikan pihak BP3MD setempat yang sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD), bahwa kendala dihadapi pihak badan mengurusi masalah perizinan tersebut terutama tidak memiliki sumber daya manusia memadai, seperti mampu berbahasa Inggris dan sebagainya.
Menurut dia, kunjungan anggota DPD-RI ke Sumsel antara lain untuk menyerap aspirasi rakyat termasuk dari sejumlah dinas instansi, sesuai dengan bidang tugas masing-masing untuk disampaikan ke pemerintah pusat.
Namun demikian, berdasarkan paparan disampaikan Sofyan Aripanca, Kabid Promosi dan Perizinan Penanaman Modal BP3MD Sumsel itu, ia mengingatkan agar proses perizinan investor yang hendak berinvestasi di daerah tersebut hendaknya dilayani dengan baik jangan sampai dihambat.
Program Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) di badan tersebut, tujuannya untuk mempermudah pelayanan, bukan dipersulit dan hendaknya betul-betul diterapkan, katanya.
Ia berharap, melalui program PTSP yang diterapkan pihak BP3MD ke depan ini akan memacu dan menarik minat para investor untuk berinvestasi di daerah tersebut.
Pada pertemuan itu tidak banyak masukan yang diserap pihak DPD-RI, karena Kepala BP3MD sedang bertugas ke luar kota, sehingga hanya diwakili oleh Kabid Promosi dan Perizinan Penanaman Modal dan staf lainnya saja.
Namun demikian, wakil rakyat tersebut tetap mengharapkan masukan dan aspirasi dari pihak Kepala BP3MD setempat disampaikan secara tertulis, setelah kembali dari tugas luar kota nanti. (ANT-M033)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
