
Stok sembako di Pagaralam habis

Pagaralam, Sumsel, (ANTARA) - Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2012, persediaan sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, terancam kekurangan yang dapat mengakibatkan kenaikan harga dan kelangkaan.
"Sekarang semua kebutuhan pokok masyarakat di sebagian pasar tradisional sudah putus atau habis," kata Kepala Dinas Perindagkop, Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Kota Pagaralam, Yapani Rachim, di Pagaralam, Sabtu.
Ia mengatakan, persediaan sembako di sejumlah pasar tradisional Kota Pagaralam sudah tidak ada lagi, sehingga umumnya sembako itu mulai mengalami kenaikan harga dan kelangkaan.
"Persediaan sembako menghadapi akhir tahun ini mengalami pengurangan dan sebagian sudah habis, dan ada beberapa mengalami kenaikan harga cukup tinggi antara Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram. Kalau berlangsung lama harga akan terus naik," ujar Yapani.
Namun demikian, kata Yapani, pemerintah kota setempat akan terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan persediaan berbagai kebutuhan pokok masyarakat itu untuk menghadapai tahun baru.
Dia menyatakan, sudah menjadi kebiasaan bila setiap ada perayaan penting harga berbagai kebutuhan akan mengalami kenaikan termasuk saat musim kegiatan tradisi syukuran setelah lebaran.
"Peningkatan permintaan dan pengurangan pasokan dari beberapa daerah pemasok seperti Palembang dan Lampung, membuat stok sembako habis dan kosong," ujar dia.
Yapani mengemukakan, pemerintah setempat akan mengupayakan operasi pasar dan minta bantuan pemerintah provinsi untuk mengatasi kekosongan stok kebutuhan pokok bagi masyarakat Pagaralam itu.
"Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kekurangan, seperti telur, tepung sagu, gula, beras, minyak goreng," ujar dia.
Agen sembako Pasar Dempo Permai, Ateng megatakan, memang jelang tahun baru dan bersamaan dengan tradisi masyarakat Pagaralam menggelar hajatan secara besar-besaran, mendorong peningkatan permintaan berbagai bahan kebutuhan pokok di daerah itu.
"Kondisi ini terkadang dapat menimbulkan kehabisan persediaan, karena konsumen membeli di luar batas kewajaran. Bahan bakar minyak saja sering langka akibat ada warga membeli melebihi kapasitas, apalagi sembako," kata dia.
Menurut Ateng, perlu diwaspadai agar jangan sampai persediaan sembako kosong terlalu lama, karena dapat menimbulkan kerawanan dan gejolak dalam masyarakat.
Ia mengatakan, persediaan sembako menjelang menjelang Natal dan Tahun Baru 2012 untuk lingkup tertentu sebenarnya masih relatif aman, tapi tidak tahu ke depannya.
Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin didampingi Humas Polres setempat, AKP Budi Yuspandi mengatakan, perlu ditingkatkan pengamanan di beberapa lokasi rawan atau pusat perekonomian setempat menghadapi menipisnya persediaan sembako di Pagaralam itu.
"Kita akan koordinasi dengan Pemkot Pagaralam dalam pengamanannya dan mendorong pemerintah dapat mengatasi kelangkaan dan kekosongan bahan kebutuhan pokok masyarakat dengan solusinya yang tepat," ujar dia.(ANT-127)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
