Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet ekspor Sumsel turun

Rabu, 14 Desember 2011 11:43 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Harga karet ekspor kualitas 90 persen di Sumatera Selatan hingga Rabu tercatat Rp27.929 per kilogram, turun dibandingkan sebelumnya kisaran Rp28.374 per kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Awie Aman, di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa harga karet ekspor dalam dua pekan terakhir ini selalu berfluktuasi, tergantung perkembangan pasaran di luar negeri.

Menurut data Gapkindo yang dihimpun ANTARA selama sepekan terakhir, harga karet tersebut selalu berubah, pada 7 Desember lalu tercatat Rp27.931, sehari kemudian naik menjadi Rp28.662, selanjutnya 9 Desember turun tipis menjadi Rp28.374 dan hingga 14 Desember terus turun hanya Rp27.929 per kg.

Awie Aman menambahkan, harga karet Sumsel selama ini memang berpatokan dengan pasaran di luar negeri karena sebagian besar komoditas perkebunan tersebut diekspor ke sejumlah negara konsumen.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, nilai ekspor provinsi tersebut selama September 2011 menghasilkan devisa sebesar 367,22 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau turun dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 400,61 juta dolar.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumsel, Bismark, secara terpisah mengatakan bahwa nilai devisa ekspor Sumatera Selatan itu, terdiri atas minyak dan gas (migas) sebesar 38,51 juta dolar, dan nonmigas 328,71 juta dolar.

Dijelaskannya, nilai ekspor nonmigas Sumsel bulan September 2011 sebesar 367,22 juta dolar itu mengalami penurunan sebesar 8,33 persen dibanding bulan sebelumnya.

Ekspor tujuh komoditas andalan mengalami penurunan pada bulan tersebut. Penurunan terbesar nilai ekspor nonmigas September 2011 terhadap Agustus 2011 terjadi pada komoditas karet sebesar 33,49 juta dolar, diikuti minyak sawit mentah (CPO) 4,91 juta dolar, dan udang 0,32 juta dolar, katanya.

Namun demikian, kata dia, nilai ekspor nonmigas Sumsel pada September 2011 masih didominasi oleh komoditas karet dengan nilai mencapai nilai 271,84 juta dolar, diikuti batu bara 9,99 juta dolar dan produk kayu 1,88 juta dolar.

Karet Sumsel berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat dipasok dari sejumlah daerah penghasil seperti Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musirawas, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Komering Ulu Timur, termasuk sebagian dari wilayah Kota Prabumulih dengan total luas mencapai hampir satu juta hektare.

Berdasarkan data tersebut, dari total luas areal perkebunan karet di Sumsel sebagian besar diusahakan oleh perusahaan perkebunan besar swasta nasional dan asing, serta sebagian lagi dikelola oleh masyarakat petani secara tradisional. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026