Logo Header Antaranews Sumsel

IMI tagih janji Gubernur Sumsel

Minggu, 4 Desember 2011 19:47 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia menagih janji Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin tentang pembuatan sirkuit untuk para atlet berlatih dan bertanding, kata Ketua Harian IMI Sumsel H Syaidina Ali.

"Saat pelantikan pengurus beberapa waktu lalu, Gubernur Sumsel sendiri telah menjanjikan akan membuat sebuah sirkuit. Tapi, hingga kini belum ada realisasinya, kami pun mengingatkan jika gubernur sudah lupa," ujar Syaidina di Palembang, Minggu.

Malahan, Alex Noerdin menjanjikan akan membangun sebuah sirkuit lengkap dengan gedung pusat administrasi dan penginapan, tambah dia.

"Nanti atlet akan diinapkan dengan sirkuit. Selain itu, sirkuit yang dibangun juga dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan daerah, jika menggelar kejuaraan skala daerah atau nasional," kata dia.

Menurut dia, ketersediaan tempat latihan telah menjadi kebutuhan utama para atlet Sumsel sejak beberapa tahun terakhir, karena di Kota Palembang tidak ada arena olahraga balap motor yang sesuai standar.

Sementara, arena balap motor Sky Land di Sekayu, Musi Banyuasin, sudah tidak layak dipakai.

"Selama ini atlet berlatih di kawasan dekat bandara, itu pun kurang memadai dan hanya untuk latihan sprint saja. Tapi, untuk latihan dengan arena seperti bertanding sama sekali tidak ada," ujar dia.

Untuk itu, pihaknya mengupayakan meminjam area parkir di belakang Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, untuk para atlet itu berlatih menjelang pelaksanaan PON di Riau 2012.

"Di belakang stadion terdapat arena yang cocok latihan, sementara untuk sprint rencananya memanfaatkan halaman DPRD Sumsel. Dua tempat ini, sedang kami upayakan perizinannya," kata dia.

Dia menjelaskan, untuk PON mendatang, pihaknya telah berhasil meloloskan empat atlet.

"Nanti pada PON Riau akan diperebutkan empat emas, target kami setidaknya satu medali emas dapat diraih. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah dan KONI Sumsel," ujar dia.

Dia mencontohkan, memasukkan keempat atlet yang lolos ke PON itu dalam Program Performa Tinggi (HPP).

"Kami pun menginginkan atlet balap motor masuk program HPP seperti halnya atlet cabang olahraga lain. Setidaknya untuk menambah biaya latihan mereka," ujar kata dia.

Hal senada disampaikan salah seorang atlet yang meraih tiket PON Becky Novswandana. Dia berharap dimasukkan dalam program andalan KONI Sumsel itu.

"Uang bulanannya cukup lumayan, meskipun tidak dapat memenuhi kebutuhan kami sebagai atlet balap. Yang jelas kami harus siap keluar dana sendiri," kata dia.

Menurut juara nasional itu, untuk memodivikasi sebuah motor dibutuhkan dana setidaknya Rp30 juta.

"Olahraga balap motor memang tidak murah, tapi karena sudah suka dan mendapatkan dukungan orang tua, maka saya pun tidak mempermasalahkannya," ujar dia.

Sementara Ketua Program Perporma Tinggi KONI Sumsel Rozalie Djailani mengatakan, data atlet balap motor yang meraih tiket ke PON Riau itu sedang diproses.

"Jika meraih tiket PON maka akan masuk Program HPP. Setiap bulan atlet mendapatkan uang saku untuk kelas pratama Rp1,5 juta, madya Rp2,5 juta, dan utama Rp3 juta," ujar dia. (ANT-039)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026