Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026 di wilayah Sumatera Selatan.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto mengatakan pelaksanaan OMC dijadwalkan berlangsung selama 10 hari mulai 5 hingga 14 Mei 2026.
“Selama periode tersebut direncanakan dilakukan dua kali sortie setiap hari,” katanya.
Ia menjelaskan satu kali sortie setara dengan penyemaian satu ton Natrium klorida (NaCl). Dengan rencana dua sortie per hari, kata dia, total akan dilakukan sebanyak 20 sortie selama pelaksanaan OMC.
Kegiatan tersebut, lanjut dia, untuk meningkatkan curah hujan buatan guna membasahi lahan gambut di sejumlah wilayah rawan karhutla.
Adapun daerah yang menjadi target operasi meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
“Fokus utama OMC ini adalah menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar saat puncak musim kemarau,” jelasnya.
BMKG berharap langkah tersebut dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di wilayah Sumatera Selatan setiap musim kemarau.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cegah karhutla, OMC dilaksanakan selama 10 hari di Sumatera Selatan