Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Psikolog Klinis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta Meinita Fitriana Sari menyampaikan di kota seperti Jakarta, remaja menjadi usia paling rentan menjadi korban "child grooming".
"Pelaku pada saat online grooming itu mendekati anak, misalnya lewat chat. Kalau di game online, bisa berkomunikasi lewat chat, atau media sosial untuk membangun kepercayaan, lalu pada akhirnya melakukan kekerasan bentuknya seksual atau child grooming," jelas Meinita.
"Dengan situasi dan kondisi yang ada di Jakarta, kerentanannya itu berada di usia remaja, karena dia memulai membangun relasi dengan banyak pihak," ujar Meinita dalam siniar Rabu Belajar bertema "Kenali dan Cegah Anak Kita dari Bahaya Child Grooming" di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan remaja lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya dibandingkan dengan keluarganya. Pada fase itulah, remaja harus mempunyai kemampuan untuk bisa menyaring relasi yang sehat dan tidak sehat.
Di sisi lain, remaja dan bahkan anak-anak saat ini juga sudah terpapar teknologi digital, baik media sosial maupun gim daring (game online), dan ini menempatkan mereka pada risiko terkena online grooming.
Child grooming merupakan proses manipulasi oleh orang dewasa dengan membangun kedekatan emosional, membangun kepercayaan terhadap anak, sehingga kontrol mereka terhadap anak menjadi lebih besar, dengan tujuan untuk eksploitasi atau melakukan kekerasan seksual pada anak.
Pelaku biasanya akan membangun kedekatan terlebih dahulu dengan calon korban, lalu membangun kepercayaan, diikuti dengan memberi perhatian, atau bahkan memberi hadiah, atau iming-iming. Setelah kedekatan terbangun, dia muncul melakukan isolasi-isolasi terhadap anak.
"Artinya, mereka mengondisikan seolah-olah anak ini tidak punya cara untuk meminta bantuan segera, karena kontrolnya ada di pelaku tersebut, sehingga ada ketidakseimbangan relasi kuasa," terang Meinita.
Pada 2025, Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak DKI Jakarta menangani total sebanyak 2.269 kasus kekerasan. Dari jumlah tersebut, kekerasan pada anak mencapai 1.224 kasus, dan dari 1.224 itu, terdapat 673 kasus kekerasan seksual pada anak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ini usia paling rentan individu terkena "child grooming" di Jakarta
Ini usia paling rentan individu terkena "child grooming" di Jakarta
Rabu, 28 Januari 2026 14:02 WIB
Tangkapan layar - Tenaga Ahli Psikolog Klinis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta Meinita Fitriana Sari dalam siniar Rabu Belajar bertema "Kenali dan Cegah Anak Kita dari Bahaya Child Grooming" di Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Google Cloud luncurkan Gemini Enterprise Agent Platform, dorong era AI mandiri
23 April 2026 6:47 WIB
Maudy Ayunda dan Jessica Iskandar ajak perempuan maknai sensitivitas sebagai kekuatan
17 April 2026 19:40 WIB
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Google Cloud luncurkan Gemini Enterprise Agent Platform, dorong era AI mandiri
23 April 2026 6:47 WIB
Maudy Ayunda dan Jessica Iskandar ajak perempuan maknai sensitivitas sebagai kekuatan
17 April 2026 19:40 WIB