Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menjalankan program layanan pengasapan gratis untuk menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Palembang Yudhi Setiawan di Palembang, Jumat, mengatakan layanan itu akan diberikan kepada keluhan dengan warga yang menderita DBD.
Pihaknya juga melakukan pemeriksaan lingkungan, termasuk daerah dengan banyak jentik nyamuk penyebab DBD di sekitar 20 rumah warga dan pengasapan untuk mencegah serangan DBD meluas.
Dinkes Palembang juga menggalakkan program 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Dia menjelaskan pengasapan memang upaya memberantas nyamuk, namun tidak bisa membunuh jentik - jentik nyamuk, sehingga hal paling digalakkan berupa penanganan dan pencegahan melalui 3M tersebut.
Selain itu, sistem kekebalan nyamuk juga akan meningkat apabila terlalu sering kena pengasapan.
Oleh karena itu, katanya, dikhawatirkan nyamuk akan tidak mati karena sudah menyesuaikan dengan zat yang ada dalam pengasapan.
Phaknya juga terus melakukan pembagian abate untuk penanganan DBD.
"Adapun sejak awal Januari 2026 ini sebanyak 48 kasus kami tangani sejak awal Januari 2026 hingga hari ini," katanya.
Ia mengatakan angka tersebut relatif menurun dibandingkan dengan pada awal 2025 yang menyentuh lebih dari 70 kasus, sedangkan pada Januari 2026 masih menyisakan beberapa hari lagi.
Ia berharap, tidak ada kasus DBD yang signifikan di Kota Palembang.
Camat Gandus Jufrizal mengatakan program tersebut, berdasarkan arahan Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan wakilnya, Prima Salam.
"Bagi warga tinggal melaporkan bisa menghubungi melalui media sosial akan mendapatkan pelayanan tersebut secara gratis," katanya.