Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyebutkan penggunaan pakaian adat pada upacara peringatan HUT ke-80 RI itu merupakan benteng terhadap kebudayaan lokal.
Herman Deru usai upacara peringatan HUT RI , di Palembang, Minggu, mengatakan dalam upacara peringatan HUT RI ke-80 itu diwajibkan baik istri maupun penjabat jajaran Forkompimda Sumsel itu menggunakan pakaian adat asal Sumsel. Sebab, penggunaan pakaian adat Sumsel itu merupakan benteng terhadap kebudayaan daerah.
"Penggunaan pakaian ini merupakan benteng terhadap kebudayaan daerah. Kita harus bangga karena pakaian adat yang dipakai dalam upacara HUT RI ini sebagai warisan leluhur kita," kata dia.
Pada upacara peringatan HUT RI, Gubernur Sumsel Herman Deru bertindak sebagai Inspektur Upacara yang dimulai dengan pengibaran sang saka merah putih oleh pasukan pengibar bendera.
Dilanjutkan dengan pembacaan teks Undang-Undang Dasar 1945 oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie. Adapun yang bertindak selaku Komandan Upacara AKBP Irfan Abdul Gofar yang juga Danyon A. Pelopor Satbrimob Polda Sumsel.
Dalam upacara itu terlihat baik istri maupun pejabat wanita diwajibkan mengenakan pakaian adat bernuansa dari kabupaten dan kota di Sumsel. Seperti Istri Gubernur Sumsel Feby Herman Deru mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang menarik perhatian.
Pakaian yang dikenakan itu baju kurung panjang berbahan beludru berwarna merah yang juga dipadukan dengan kain songket dan hiasan kepala berbentuk bundar berwarna kuning yang terlihat unik.
Feby Herman Deru mengatakan alasan untuk mengenakan pakaian adat Musi Banyuasin itu karena desain yang bagus sekaligus memperkenalkan pakaian-pakaian adat unik asal Sumsel.
"Tadinya mau pakai pakaian adat Empat Lawang, akan tetapi pakaian Muba ini ada ciri khas, jadi pakai Muba," kata dia.