Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali erupsi
Senin, 25 November 2024 12:54 WIB
Gunung Dokuno kembali erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung, Senin (25/11/2024). ANTARA/Abdul Fatah
Ternate (ANTARA) - Pos pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Senin sekitar pukul 06.06 WIT melaporkan bahwa Gunung Dukono kembali erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Laut," kata petugas Pos PGA Dukono di Halut, Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang dipantau dari Ternate, Senin pagi.
Erupsi Gunung Dukono ini berhasil terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 20 mm dan durasi 240.44 detik dari Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Dia mengatakan saat erupsi juga ada kilatan petir yang terlihat dan suara gemuruh terdengar lemah hingga ke Pos PGA Dukono.
Oleh karena itu, masyarakat atau pengunjung maupun wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah gunung.
"Mereka dilarang mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 3 kilometer," ujarnya.
Hingga saat ini kondisi Gunung Api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu masih berada di status Level II atau Waspada.
"Saat ini letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area yang dilanda abu tidak tetap," katanya.
Dia meminta masyarakat yang berada di sekitar Gunung Api Dukono untuk selalu menyediakan masker dan kacamata untuk digunakan pada saat melakukan aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan bahaya abu vulkanik.
Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, melaporkan pada Ahad (24/11) sekitar pukul 14.24 WIT, gunung api itu mengeluarkan kolom abu setinggi 3.000 meter di atas puncak sekitar 4.087 meter.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali erupsi
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Laut," kata petugas Pos PGA Dukono di Halut, Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang dipantau dari Ternate, Senin pagi.
Erupsi Gunung Dukono ini berhasil terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 20 mm dan durasi 240.44 detik dari Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Dia mengatakan saat erupsi juga ada kilatan petir yang terlihat dan suara gemuruh terdengar lemah hingga ke Pos PGA Dukono.
Oleh karena itu, masyarakat atau pengunjung maupun wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah gunung.
"Mereka dilarang mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 3 kilometer," ujarnya.
Hingga saat ini kondisi Gunung Api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu masih berada di status Level II atau Waspada.
"Saat ini letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area yang dilanda abu tidak tetap," katanya.
Dia meminta masyarakat yang berada di sekitar Gunung Api Dukono untuk selalu menyediakan masker dan kacamata untuk digunakan pada saat melakukan aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan bahaya abu vulkanik.
Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, melaporkan pada Ahad (24/11) sekitar pukul 14.24 WIT, gunung api itu mengeluarkan kolom abu setinggi 3.000 meter di atas puncak sekitar 4.087 meter.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali erupsi
Pewarta : Abdul Fatah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Perkuat sinergi komunitas, KLH gelar "Ruang Cerita Ramadhan" bersama para pemangku kepentingan
13 March 2026 19:25 WIB
Amankan 125 juta hektare kawasan hutan nasional, kuota polisi hutan ditambah 70 ribu personel
20 February 2026 4:39 WIB