Kilang Plaju jual biji plastik melalui unit pemasaran Sumatera-Jawa
Sabtu, 14 September 2024 16:29 WIB
Pegawai Kilang Pertamina Plaju mengecek biji plastik yang akan dipasarkan. (ANTARA/HO/Kilang Plaju)
Palembang (ANTARA) - Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan menjual produk biji plastik dengan merk dagang ‘Polytam’ akronim dari Polypropylene Pertamina melalui enam unit pemasaran di Sumatera dan Jawa.
"Polytam yang dihasilkan oleh Unit Polypropylene RU III Plaju dijual melalui unit pemasaran di Kota Palembang, Medan, Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Refinery Unit III - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Palembang Siti Rachmi Indahsari, di Palembang, Sabtu.
Dia menjelaskan, Unit Polypropylene RU III Plaju yang dibangun sejak 1972 itu hingga kini tetap operasional dengan baik, rata-rata setiap bulan mampu memproduksi 4.000 ton biji plastik.
Melihat kemampuan produksi rata-rata perbulan tersebut, target produksi tahun ini di atas 42 ribu ton biji plastik optimistis bisa tercapai, katanya.
Selain memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dan produk intermediate lainnya, Kilang Pertamina RU III Plaju Palembang juga memproduksi biji plastik polytam.
Polytam merupakan bahan baku untuk pembuatan kantong plastik yang umumnya digunakan dalam industri kemasan makanan dan minuman, berbentuk resin sintetis yang merupakan polimer dari propilena.
Menurut dia, polytam yang dihasilkan dari Unit Polypropylene RU III Plaju memiliki kualitas yang sangat baik dan berbagai keunggulan seperti ketahanan terhadap panas dan oksidasi yang lebih baik, warna yang lebih putih dan bening, serta fleksibilitas dalam penggunaan sebagai kemasan plastik.
"Polytam adalah jenis plastik termoplastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi karena sifatnya yang kuat, fleksibel, ringan, dan tahan panas," katanya.
Polytam merupakan salah satu jenis bahan plastik yang tergolong dalam tujuh tingkatan plastik yang ada.
Keistimewaan dari bahan plastik ini terletak pada kemampuannya sebagai bahan kemasan makanan dan minuman yang sangat efektif.
Polytam mampu mencegah terjadinya reaksi kimia yang tidak diinginkan, tahan terhadap suhu panas, dan dapat digunakan berulang kali tanpa mengalami degradasi kualitas yang signifikan.
Biji plastik yang sering disebut polytam itu adalah sejenis polimer termoplastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan konsumen.
Polimer ini memiliki sifat-sifat khusus yang membuatnya sangat berguna dalam berbagai kebutuhan.
Unit Polypropylene RU III Plaju terdiri atas tiga unit proses yakni purifikasi, polimerisasi dan pelletizing, dengan pasokan bahan baku berupa raw propane propylene dari FCCU (Fluid Catalytic Cracking Unit) Kilang Sungai Gerong.
Produk polytam dihasilkan melalui reaksi polimerisasi yaitu penggabungan antara propylene, katalis, hexane dan H2 yang terjadi di dalam reaktor system untuk menghasilkan powder homopolymer.
Biji plastik yang diproduksi Kilang Pertamina RU III Plaju telah memenuhi beberapa aspek standarisasi seperti Certification of IMS ISO 14001:2015 RU III, Certification of QMS ISO 9001:2015 RU III, Certification for health and Safety at work ISO 45001 : 2018 RU III dan Certification of National Accreditation Committee KAN ISO/IEC 17025:2005 Refinery Laboratory.
Unit Polypropylene RU III Plaju juga memiliki 'robotic bagging machine' yang membantu proses pengemasan, dimana produk polytam dikemas dengan kapasitas 25 Kg, dan didistribusikan ke enam unit pemasaran di Sumatera dan Jawa, jelas Rachmi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kilang Plaju jual biji plastik melalui unit pemasaran Sumatera-Jawa
"Polytam yang dihasilkan oleh Unit Polypropylene RU III Plaju dijual melalui unit pemasaran di Kota Palembang, Medan, Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Refinery Unit III - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Palembang Siti Rachmi Indahsari, di Palembang, Sabtu.
Dia menjelaskan, Unit Polypropylene RU III Plaju yang dibangun sejak 1972 itu hingga kini tetap operasional dengan baik, rata-rata setiap bulan mampu memproduksi 4.000 ton biji plastik.
Melihat kemampuan produksi rata-rata perbulan tersebut, target produksi tahun ini di atas 42 ribu ton biji plastik optimistis bisa tercapai, katanya.
Selain memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dan produk intermediate lainnya, Kilang Pertamina RU III Plaju Palembang juga memproduksi biji plastik polytam.
Polytam merupakan bahan baku untuk pembuatan kantong plastik yang umumnya digunakan dalam industri kemasan makanan dan minuman, berbentuk resin sintetis yang merupakan polimer dari propilena.
Menurut dia, polytam yang dihasilkan dari Unit Polypropylene RU III Plaju memiliki kualitas yang sangat baik dan berbagai keunggulan seperti ketahanan terhadap panas dan oksidasi yang lebih baik, warna yang lebih putih dan bening, serta fleksibilitas dalam penggunaan sebagai kemasan plastik.
"Polytam adalah jenis plastik termoplastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi karena sifatnya yang kuat, fleksibel, ringan, dan tahan panas," katanya.
Polytam merupakan salah satu jenis bahan plastik yang tergolong dalam tujuh tingkatan plastik yang ada.
Keistimewaan dari bahan plastik ini terletak pada kemampuannya sebagai bahan kemasan makanan dan minuman yang sangat efektif.
Polytam mampu mencegah terjadinya reaksi kimia yang tidak diinginkan, tahan terhadap suhu panas, dan dapat digunakan berulang kali tanpa mengalami degradasi kualitas yang signifikan.
Biji plastik yang sering disebut polytam itu adalah sejenis polimer termoplastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan konsumen.
Polimer ini memiliki sifat-sifat khusus yang membuatnya sangat berguna dalam berbagai kebutuhan.
Unit Polypropylene RU III Plaju terdiri atas tiga unit proses yakni purifikasi, polimerisasi dan pelletizing, dengan pasokan bahan baku berupa raw propane propylene dari FCCU (Fluid Catalytic Cracking Unit) Kilang Sungai Gerong.
Produk polytam dihasilkan melalui reaksi polimerisasi yaitu penggabungan antara propylene, katalis, hexane dan H2 yang terjadi di dalam reaktor system untuk menghasilkan powder homopolymer.
Biji plastik yang diproduksi Kilang Pertamina RU III Plaju telah memenuhi beberapa aspek standarisasi seperti Certification of IMS ISO 14001:2015 RU III, Certification of QMS ISO 9001:2015 RU III, Certification for health and Safety at work ISO 45001 : 2018 RU III dan Certification of National Accreditation Committee KAN ISO/IEC 17025:2005 Refinery Laboratory.
Unit Polypropylene RU III Plaju juga memiliki 'robotic bagging machine' yang membantu proses pengemasan, dimana produk polytam dikemas dengan kapasitas 25 Kg, dan didistribusikan ke enam unit pemasaran di Sumatera dan Jawa, jelas Rachmi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kilang Plaju jual biji plastik melalui unit pemasaran Sumatera-Jawa
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kawal Pit Stop 2026, Kilang Plaju pastikan kesiapan personel lewat Daily Check Up
22 April 2026 15:12 WIB
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju perkuat kompetensi SDM dukung standar kerja berkelanjutan
20 April 2026 20:53 WIB
Sambut mudik Lebaran 2026, Palembang usulkan tambahan feeder LRT ke Plaju dan Kertapati
03 March 2026 9:27 WIB
Komunikasi humanis dalam pemberdayaan masyarakat antarkan Kilang Pertamina Plaju raih penghargaan PRIA 2026
16 February 2026 11:22 WIB
Peringati bulan K3 nasional, Kilang Pertamina Plaju kumpulkan 307 kantong darah
12 February 2026 12:53 WIB
Kilang Pertamina Plaju Gelar Vendor Day 2026, perkuat HSSE dan integritas
12 February 2026 12:50 WIB
Kilang Pertamina Plaju siapkan fasilitas jetty dukung hilirisasi batu bara dalam Proyek DME
02 February 2026 13:59 WIB
Gelar Town Hall Meeting, Kilang Pertamina Plaju tegaskan arah strategis keselamatan kerja
15 January 2026 8:30 WIB
Kilang Pertamina Plaju dorong produksi dan efisiensi 2025 melalui strategi optimasi terpadu
12 January 2026 23:47 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Siap tantang pasar SUV listrik nasional, ini keunggulan Leapmotor B10 versi global
02 May 2026 9:37 WIB