OKU Selatan tekan stunting melalui reformasi birokrasi tematik
Selasa, 16 Juli 2024 21:18 WIB
Jajaran Pemkab OKU Selatan foto bersama usai rapat implementasi percepatan penurunan stunting terintegrasi. (ANTARA/Edo Purmana)
Muaradua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan menekan angka stunting melalui reformasi birokrasi tematik yang diterapkan di daerah itu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) OKU Selatan Firman Bastari di Muaradua, Selasa, mengatakan reformasi birokrasi tematik langkah strategis yang diambil untuk mengatasi permasalahan stunting di wilayah itu.
"Pemkab OKU Selatan memanfaatkan digitalisasi untuk menurunkan angka stunting 14 persen tahun ini sesuai target nasional," katanya.
Dia menjelaskan reformasi birokrasi tematik menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mencapai tata kelola sistem pemerintahan yang baik.
Reformasi ini utamanya meliputi aspek kelembagaan dan organisasi, ketatalaksanaan, serta sumber daya manusia (SDM) aparatur.
Pemanfaatan digitalisasi ini, ujar dia, harus dapat mencapai target yang ditetapkan untuk menekan angka stunting di wilayah Kabupaten OKU Selatan.
"Ini menjadi tugas kita bersama dengan berkolaborasi untuk mengatasi stunting hingga ke tingkat desa di OKU Selatan," katanya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi balita stunting di Kabupaten OKU Selatan menunjukkan hasil positif di mana pada 2021 sebanyak 24,8 persen dan turun menjadi 19,4 persen pada 2022.
Penurunan angka stunting ini didukung dengan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang digalakkan pemerintah daerah setempat.
"Kami optimistis melalui upaya-upaya ini Kabupaten OKU Selatan dapat menuju zero stunting pada 2024," ujar Firman Bastari.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) OKU Selatan Firman Bastari di Muaradua, Selasa, mengatakan reformasi birokrasi tematik langkah strategis yang diambil untuk mengatasi permasalahan stunting di wilayah itu.
"Pemkab OKU Selatan memanfaatkan digitalisasi untuk menurunkan angka stunting 14 persen tahun ini sesuai target nasional," katanya.
Dia menjelaskan reformasi birokrasi tematik menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mencapai tata kelola sistem pemerintahan yang baik.
Reformasi ini utamanya meliputi aspek kelembagaan dan organisasi, ketatalaksanaan, serta sumber daya manusia (SDM) aparatur.
Pemanfaatan digitalisasi ini, ujar dia, harus dapat mencapai target yang ditetapkan untuk menekan angka stunting di wilayah Kabupaten OKU Selatan.
"Ini menjadi tugas kita bersama dengan berkolaborasi untuk mengatasi stunting hingga ke tingkat desa di OKU Selatan," katanya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi balita stunting di Kabupaten OKU Selatan menunjukkan hasil positif di mana pada 2021 sebanyak 24,8 persen dan turun menjadi 19,4 persen pada 2022.
Penurunan angka stunting ini didukung dengan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang digalakkan pemerintah daerah setempat.
"Kami optimistis melalui upaya-upaya ini Kabupaten OKU Selatan dapat menuju zero stunting pada 2024," ujar Firman Bastari.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKKBN Sumsel tingkatkan literasi warga metode pengasuhan 1.000 hari pertama
01 December 2025 16:02 WIB
Pemprov Sumsel manfaatkan penyuluh kesehatan gencarkan edukasi cegah stunting
23 November 2025 6:25 WIB
PHE Ogan Komering perkuat ketahanan keluarga dan cegah stunting lewat program "Gen Smart" di Desa Mendala
04 November 2025 10:20 WIB