Kilang Plaju pasok refrigeran ramah lingkungan ke sektor industri
Selasa, 28 Mei 2024 19:23 WIB
Kilang Plaju pasok refrigeran ramah lingkungan ke industri. (ANTARA/HO/Kilang Plaju)
Palembang (ANTARA) - Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, memasok refrigeran ramah lingkungan Breezon MC-32
ke industri dalam negeri yang dapat digunakan sebagai media pendingin ruangan (Air Conditioner -AC) dan pendingin lainnya.
"Breezon MC-32 adalah produk refrigeran non-CFC (Chloro Fluoro Carbon). Produk ini berbahan dasar hidrokarbon yang aman, ramah lingkungan, dan hemat energi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju Siti Rachmi Indahsari di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, selain sejumlah industri dalam negeri, produk refrigeran ramah lingkungan itu baru-baru ini dipasok ke Pertamina EP Cepu, di Blora, Jawa Tengah.
"Kami pada Mei 2024 ini telah melakukan lifting (pengiriman) Breezon MC-32 sebanyak 10 ton
ke Pertamina EP Cepu menggunakan truk tanki bridger," ujarnya.
Menurut dia, pemasaran produk tersebut terus dikembangkan dengan target menyasar pangsa pasar pengguna premium (premium user) atau pengguna sistem teknologi pendingin baru berbasis R32 yang lebih ramah lingkungan, seperti konsumen residensial yang mayoritas menggunakan AC berjenis split, serta cocok untuk industri bahan makanan maupun industri kimia.
Rachmi menambahkan, adanya Breezon MC-32, menunjukkan bahwa Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mampu memproduksi refrigeran hidrokarbon MC 32 sebagai substitusi refrigeran sintetik seperti R32 di dalam negeri yang kompetitif.
“Inisiatif ini dapat berpotensi mengurangi ketergantungan impor pada produk refrigeran sintetik,” kata dia.
Sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Perindustrian No. 41/M-IND/PER/5/2014 dan beberapa peraturan lainnya, produk refrigerant sintetik seperti CFC, Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) dan Hydrofluorocarbon (HFC) yang merupakan Bahan Perusak Ozon (BPO) dan menyebabkan efek Gas Rumah Kaca (GRK) telah dilarang penggunaannya di bidang perindustrian.
Selain itu, sejak 2015 melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M-IND/PER/5/2014 pemerintah Indonesia telah melarang penggunaan Freon R22 pada mesin AC dan dipertegas melalui UU No.16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement yang mengatur pengurangan R-22 sebanyak 10 persen dan pelarangan impor AC berisi R-22.
Menjawab tantangan itu, Pertamina melalui Kilang Plaju memproduksi produk substitusi yakni Breezon MC-32 yang memiliki indeks Global Warming Potential (GWP) yang sangat rendah, sehingga membuat konsumsi energi dapat dihemat hingga 30 persen.
Selain itu, produk refrigeran ramah lingkungan Breezon MC-32 tidak menyebabkan kerusakan ozon atau zero ozon depletion potential.
Produk pengganti freon yang mulai diproduksi sejak 2020 itu, memiliki beberapa keunggulan di antaranya hemat energi dan dapat menurunkan konsumsi penggunaan listrik, ramah lingkungan, penggunaan volume refrigeran hanya 30 persen dibandingkan refrigeran sintetik, kata Siti Rachmi.*
ke industri dalam negeri yang dapat digunakan sebagai media pendingin ruangan (Air Conditioner -AC) dan pendingin lainnya.
"Breezon MC-32 adalah produk refrigeran non-CFC (Chloro Fluoro Carbon). Produk ini berbahan dasar hidrokarbon yang aman, ramah lingkungan, dan hemat energi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju Siti Rachmi Indahsari di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, selain sejumlah industri dalam negeri, produk refrigeran ramah lingkungan itu baru-baru ini dipasok ke Pertamina EP Cepu, di Blora, Jawa Tengah.
"Kami pada Mei 2024 ini telah melakukan lifting (pengiriman) Breezon MC-32 sebanyak 10 ton
ke Pertamina EP Cepu menggunakan truk tanki bridger," ujarnya.
Menurut dia, pemasaran produk tersebut terus dikembangkan dengan target menyasar pangsa pasar pengguna premium (premium user) atau pengguna sistem teknologi pendingin baru berbasis R32 yang lebih ramah lingkungan, seperti konsumen residensial yang mayoritas menggunakan AC berjenis split, serta cocok untuk industri bahan makanan maupun industri kimia.
Rachmi menambahkan, adanya Breezon MC-32, menunjukkan bahwa Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mampu memproduksi refrigeran hidrokarbon MC 32 sebagai substitusi refrigeran sintetik seperti R32 di dalam negeri yang kompetitif.
“Inisiatif ini dapat berpotensi mengurangi ketergantungan impor pada produk refrigeran sintetik,” kata dia.
Sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Perindustrian No. 41/M-IND/PER/5/2014 dan beberapa peraturan lainnya, produk refrigerant sintetik seperti CFC, Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) dan Hydrofluorocarbon (HFC) yang merupakan Bahan Perusak Ozon (BPO) dan menyebabkan efek Gas Rumah Kaca (GRK) telah dilarang penggunaannya di bidang perindustrian.
Selain itu, sejak 2015 melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M-IND/PER/5/2014 pemerintah Indonesia telah melarang penggunaan Freon R22 pada mesin AC dan dipertegas melalui UU No.16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement yang mengatur pengurangan R-22 sebanyak 10 persen dan pelarangan impor AC berisi R-22.
Menjawab tantangan itu, Pertamina melalui Kilang Plaju memproduksi produk substitusi yakni Breezon MC-32 yang memiliki indeks Global Warming Potential (GWP) yang sangat rendah, sehingga membuat konsumsi energi dapat dihemat hingga 30 persen.
Selain itu, produk refrigeran ramah lingkungan Breezon MC-32 tidak menyebabkan kerusakan ozon atau zero ozon depletion potential.
Produk pengganti freon yang mulai diproduksi sejak 2020 itu, memiliki beberapa keunggulan di antaranya hemat energi dan dapat menurunkan konsumsi penggunaan listrik, ramah lingkungan, penggunaan volume refrigeran hanya 30 persen dibandingkan refrigeran sintetik, kata Siti Rachmi.*
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kilang Pertamina Plaju siapkan fasilitas jetty dukung hilirisasi batu bara dalam Proyek DME
02 February 2026 13:59 WIB
Gelar Town Hall Meeting, Kilang Pertamina Plaju tegaskan arah strategis keselamatan kerja
15 January 2026 8:30 WIB
Kilang Pertamina Plaju dorong produksi dan efisiensi 2025 melalui strategi optimasi terpadu
12 January 2026 23:47 WIB
Keselamatan kerja jadi prioritas utama, Kilang Pertamina Plaju tegaskan budaya keselamatan
12 January 2026 23:47 WIB
HSSE Golden Rules jadi fondasi budaya keselamatan kerja di Kilang Pertamina Plaju
12 January 2026 13:31 WIB
Kilang Pertamina Plaju amankan pasokan BBM selama libur Natal dan Tahun Baru
09 January 2026 9:19 WIB
Perkuat budaya kerja unggul, Kilang Pertamina Plaju konsisten bangun mindset keselamatan
08 January 2026 11:29 WIB
Lampaui target, Kilang Pertamina Plaju produksi 50 ribu ton biji plastik polytam sepanjang 2025, dukung industri petrokimia nasional
05 January 2026 20:34 WIB
Kilang Pertamina Plaju perkuat tata kelola lingkungan melalui simulasi penanganan limbah B3
27 November 2025 23:13 WIB
Kunjungi Kilang Pertamina Plaju, Kementerian ESDM tekankan disiplin keselamatan dan kepatuhan operasi sebagai prioritas
24 November 2025 16:25 WIB
Sewindu PT KPI, Kilang Pertamina Plaju terus menjaga nyala warisan energi Indonesia
13 November 2025 15:49 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB
Produksi migas meningkat, Pertamina EP Zona 4 jaga kinerja keuangan tetap solid
11 February 2026 10:26 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB