Kilang Pertamina Plaju produksi minyak 126 MBSD
Selasa, 21 Mei 2024 0:30 WIB
Suasana antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Palembang. (ANTARA/Yudi Abdullah/24)
Palembang (ANTARA) - Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) Palembang, Sumatera Selatan mampu memproduksi minyak setiap hari di atas 126 Milles/Thousand Barrels per Stream Day (MBSD).
"Saat ini Kilang Pertamina Plaju beroperasi dengan kapasitas produksi lebih dari 126 MBSD berbagai produk BBM, BBK dan produk turunan lainnya," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju Siti Rachmi Indahsari, di Palembang, Senin.
Menurut dia, minyak yang diolah di kilang yang berdiri di Ibu kota Sumatera Selatan pada 1904, empat tahun sebelum berdirinya Organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, yang kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, memenuhi 60 persen kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.
Saat ini Kilang Plaju memproduksi Pertalite, Solar, Biosolar, Avtur, Dexlite, Marine Fuel Oil (MFO) Low Sulphur.
Selain produk BBM, Kilang Pertamina Plaju juga memproduksi LPG, dan beberapa produk lain seperti SBPX, LAWS, Vacuum Residue, Polytam serta produk Refrigerant Musicool MC-22, kata Rachmi.
Sementara General Manager RU III PT Kilang Pertamina Internasional Yulianto Triwibowo saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjelaskan bahwa kebangkitan nasional telah masuk fase kedua, dengan menekankan pada aspek kemajuan teknologi, namun tetap harus merefleksikan nilai-nilai perjuangan bersama seluruh elemen bangsa.
Untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan bersama seluruh elemen bangsa dengan saling berkolaborasi menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan kebangkitan bangsa.
“Hari ini, kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru,” jelasnya.
Upacara Harkitnas ini menunjukkan komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam memperkuat semangat kebangsaan dan memupuk rasa cinta Tanah Air di kalangan pekerja.
“Kami berharap bahwa semangat kebangkitan nasional dapat terus menginspirasi setiap pekerja Kilang Pertamina Plaju untuk terus berperan dalam pembangunan bangsa dengan menghadirkan energi terbaik untuk negeri,” kata Yulianto.
"Saat ini Kilang Pertamina Plaju beroperasi dengan kapasitas produksi lebih dari 126 MBSD berbagai produk BBM, BBK dan produk turunan lainnya," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju Siti Rachmi Indahsari, di Palembang, Senin.
Menurut dia, minyak yang diolah di kilang yang berdiri di Ibu kota Sumatera Selatan pada 1904, empat tahun sebelum berdirinya Organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, yang kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, memenuhi 60 persen kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.
Saat ini Kilang Plaju memproduksi Pertalite, Solar, Biosolar, Avtur, Dexlite, Marine Fuel Oil (MFO) Low Sulphur.
Selain produk BBM, Kilang Pertamina Plaju juga memproduksi LPG, dan beberapa produk lain seperti SBPX, LAWS, Vacuum Residue, Polytam serta produk Refrigerant Musicool MC-22, kata Rachmi.
Sementara General Manager RU III PT Kilang Pertamina Internasional Yulianto Triwibowo saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjelaskan bahwa kebangkitan nasional telah masuk fase kedua, dengan menekankan pada aspek kemajuan teknologi, namun tetap harus merefleksikan nilai-nilai perjuangan bersama seluruh elemen bangsa.
Untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan bersama seluruh elemen bangsa dengan saling berkolaborasi menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan kebangkitan bangsa.
“Hari ini, kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru,” jelasnya.
Upacara Harkitnas ini menunjukkan komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam memperkuat semangat kebangsaan dan memupuk rasa cinta Tanah Air di kalangan pekerja.
“Kami berharap bahwa semangat kebangkitan nasional dapat terus menginspirasi setiap pekerja Kilang Pertamina Plaju untuk terus berperan dalam pembangunan bangsa dengan menghadirkan energi terbaik untuk negeri,” kata Yulianto.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB
Produksi migas meningkat, Pertamina EP Zona 4 jaga kinerja keuangan tetap solid
11 February 2026 10:26 WIB
PEP Adera terapkan teknologi velocity string, berhasil optimalkan sumur migas
06 February 2026 16:43 WIB
Kilang Pertamina Plaju siapkan fasilitas jetty dukung hilirisasi batu bara dalam Proyek DME
02 February 2026 13:59 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PT OKI Pulp & Paper bangun jalan beton di OKI, dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa
14 February 2026 17:53 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB