Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menganggarkan dana senilai Rp22,7 miliar untuk pengerjaan perbaikan sejumlah jalur irigasi di wilayah ini.

Sekretaris Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel Megawati  di Palembang, Senin, menyebutkan ada delapan jalur irigasi sungai dan rawa di berbagai lokasi yang akan dilakukan perbaikan dan pemeliharaan.

"Sebanyak delapan daerah jaringan irigasi yang akan direhab dan dilakukan pemeliharaan. Sebagian di antaranya ada irigasi yang jebol, tambahan pembangunan, rehab dan pemeliharaan," katanya pula.

Maka dari itu, total anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan irigasi itu mencapai Rp22,7 miliar dari anggaran keseluruhan yang dimiliki dinas tersebut mencapai Rp63 miliar.

"Untuk irigasi alokasinya Rp22,7 miliar berupa rehab irigasi permukaan Rp12,7 miliar, rehab irigasi rawa Rp1,6 miliar, pemeliharaan irigasi Rp3,7 miliar, pemeliharaan irigasi rawa Rp684 juta, kegiatan bimtek Rp430 juta, dan sisanya untuk pembayaran kekurangan tahun kemarin. Anggaran ini bersumber dari APBD Sumsel," ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, delapan daerah itu adalah Kabupaten Musi Rawas rehab dan pemeliharaan jaringan daerah irigasi (DI) Air Deras. Kemudian di Empat Lawang rehab dam pemeliharaan di Air Keban, Lahat rehab jaringan di Air Merendang.

Kemudian, untuk wilayah Kota Pagar Alam rehab di 2 lokasi, Pasemah dan Selangi Besar. OKU Selatan pemeliharaan di Air Pius, Kabupaten OKI rehab jaringan irigasi daerah dan irigasi rawa di Jejawi. Kabupaten Ogan Ilir (OI) pemeliharaan di rawa Lebak Palas, serta Muara Enim rehab jaringan irigasi di Endikat Bengkok.

"Untuk wilayah Air Merendang ada jalur irigasinya yang jebol, kemudian ada penambahan lagi karena pekerjaan baru sebagian kecil. Sedangkan, untuk wilayah Tebing Panjang, ada rehab dan pemeliharaan juga," katanya pula.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Sumsel anggarkan Rp22,7 miliar untuk perbaikan jalur irigasi

Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2024