Upaya pencarian nelayan yang hilang di Tanjung Pesona dilanjutkan
Rabu, 9 Agustus 2023 10:29 WIB
Tim SAR gabungan mencari nelayan yang hilang di perairan Sungailiat, Kabupaten Bangka. (ANTARA/HO Basarnas)
Sungailiat (ANTARA) - Petugas SAR melanjutkan upaya untuk mencari seorang nelayan yang pada Selasa (8/8) dilaporkan hilang di perairan Tanjung Pesona, Sungailat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Hari ini atau hari kedua, pencarian korban dilanjutkan dengan pertimbangan kondisi cuaca relatif aman, ketinggian gelombang 0,5 sampai satu meter, dan kecepatan angin 15-20 Kts/SE," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkal Pinang I Made Oka Astawa di Sungailiat, Rabu.
Dua tim pencarian dan penyelamatan dikerahkan untuk mencari Hasanudin (60), nelayan dari Parit Pekir, Sungailiat, yang kapalnya mengalami kecelakaan pada Selasa (8/8).
Satu tim melakukan pencarian menggunakan perahu karet Basarnas di area seluas 80 Nm² dan satu unit lagi melakukan pencarian di area seluas 70 Nm² menggunakan perahu karet relawan Laskar Sekaban.
"Kita berharap hari ini tim gabungan yang juga melibatkan nelayan dan masyarakat setempat dapat segera menemukan korban," kata Astawa.
Hasanudin dilaporkan hilang setelah kapal yang dia kemudikan tertabrak tongkang pada Selasa (8/8) pukul 02.00 WIB, ketika dia hendak mencari cumi-cumi di zona penangkapan Karang 4.
Andika (25), nelayan yang bersama dengan Hasanudin, bisa menyelamatkan diri dengan pertolongan nelayan lain.
Upaya untuk mencari Hasanudin pada Selasa (8/8) tertunda karena ada gelombang pasang.
"Hari ini atau hari kedua, pencarian korban dilanjutkan dengan pertimbangan kondisi cuaca relatif aman, ketinggian gelombang 0,5 sampai satu meter, dan kecepatan angin 15-20 Kts/SE," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkal Pinang I Made Oka Astawa di Sungailiat, Rabu.
Dua tim pencarian dan penyelamatan dikerahkan untuk mencari Hasanudin (60), nelayan dari Parit Pekir, Sungailiat, yang kapalnya mengalami kecelakaan pada Selasa (8/8).
Satu tim melakukan pencarian menggunakan perahu karet Basarnas di area seluas 80 Nm² dan satu unit lagi melakukan pencarian di area seluas 70 Nm² menggunakan perahu karet relawan Laskar Sekaban.
"Kita berharap hari ini tim gabungan yang juga melibatkan nelayan dan masyarakat setempat dapat segera menemukan korban," kata Astawa.
Hasanudin dilaporkan hilang setelah kapal yang dia kemudikan tertabrak tongkang pada Selasa (8/8) pukul 02.00 WIB, ketika dia hendak mencari cumi-cumi di zona penangkapan Karang 4.
Andika (25), nelayan yang bersama dengan Hasanudin, bisa menyelamatkan diri dengan pertolongan nelayan lain.
Upaya untuk mencari Hasanudin pada Selasa (8/8) tertunda karena ada gelombang pasang.
Pewarta : Kasmono
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Info Mudik 2026: Kapal Express Bahari Rute Tanjungpandan-Pangkalbalam berlayar setiap hari
15 March 2026 12:04 WIB
Bank Sumsel Babel fasilitasi Mudik Gratis 2026 rute Palembang-Pangkalpinang khusus warga Babel
14 March 2026 10:57 WIB
Bank Sumsel Babel gratiskan biaya transfer sesama rekening lewat BSB Mobile
05 February 2026 21:04 WIB
Dukung ekonomi daerah, Bank Sumsel Babel ajak pelaku usaha gunakan Tabungan Pesirah
01 February 2026 9:31 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Kota Palembang Minggu 22 Maret 2026: hujan ringan pagi hingga sore
22 March 2026 10:06 WIB