"Medieval", seluk beluk masa muda panglima perang Ceko Jan Zizka
Selasa, 15 November 2022 11:36 WIB
Adegan di film "Medieval" (ANTARA/HO-Stanislav Honzik)
Jakarta (ANTARA) - Jan Zizka dikenal sebagai panglima perang andal dari Ceko pada abad ke-15. Dia punya reputasi sebagai orang yang tak pernah kalah sekali pun meski pada pengujung hidupnya Zizka kehilangan penglihatan.
Kisah masa muda Zizka, pemimpin perang yang berhasil mengalahkan tentara Ordo Teutonik dan Kekaisaran Romawi, diadaptasi ke dalam film berjudul Medieval.
Ditujukan untuk penonton dengan usia 17 tahun ke atas, Medieval memang penuh dengan adegan perkelahian dan perang yang eksplisit, berdarah-darah serta brutal.
Rakyat yang digantung di pohon, pria sekarat dengan tubuh terhunjam benda tajam, darah yang mewarnai sungai ketika para prajurit berkuda tercebur dan berkelahi di dalam air. Itu hanya sedikit dari adegan-adegan brutal yang disuguhkan sutradara Petr Jákl.
Harta, tahta, dan wanita diangkat dalam film yang dibintangi oleh Ben Foster, Sophie Lowe, Michael Caine, Til Schweiger, Rolland Møller, Matthew Goode, dan William Moseley.
Sebagai seorang ksatria dan tentara bayaran, Zizka (Ben Foster) terjebak di dalam konflik politik yang membuatnya diminta untuk menculik Katherine (Sophie Lowe), tunangan dari bangsawan berkuasa Rosenberg (Til Schweiger) yang bersekongkol dengan Sigismund, saudara dari raja Wenceslas IV, yang ingin merebut kekuasaan.
Katherine yang punya posisi serta riwayat keluarga terpandang membuatnya seperti jadi barang berharga, diperebutkan oleh banyak pihak, dibawa paksa ke sana dan ke sini sebagai jaminan mendapatkan kekuasaan.
Di tengah konflik politik perebutan kekuasaan, hubungan antara Katherine dan Zizka yang semakin bersemi ketika mereka mulai lebih mengenal satu sama lain menambah bumbu drama.
Sayangnya, chemistry antara Ben Foster dan Sophie Lowe tidak terjalin manis, membuat drama itu terasa datar, bahkan ketika tiba di titik klimaks di mana Katherine, yang sering hanya terpaku ketika orang-orang di sekitarnya bertarung mempertaruhkan nyawa, membuat keputusan untuk dirinya sendiri.
Sebelum menonton Medieval, ada baiknya Anda membaca-baca dulu kisah tentang Jan Zizka serta kejadian di masa lampau yang digambarkan dalam film, seperti agar bisa lebih menikmati jalan cerita yang penuh intrik, juga banyaknya tokoh di dalamnya.
Di luar itu, Medieval bisa jadi tontonan yang asyik bagi pencinta film bertema perang dengan adegan-adegan gore juga kecerdikan Jan Zizka dalam membuat taktik militer penuh inovasi yang membuatnya selalu meraih kemenangan.
Kisah masa muda Zizka, pemimpin perang yang berhasil mengalahkan tentara Ordo Teutonik dan Kekaisaran Romawi, diadaptasi ke dalam film berjudul Medieval.
Ditujukan untuk penonton dengan usia 17 tahun ke atas, Medieval memang penuh dengan adegan perkelahian dan perang yang eksplisit, berdarah-darah serta brutal.
Rakyat yang digantung di pohon, pria sekarat dengan tubuh terhunjam benda tajam, darah yang mewarnai sungai ketika para prajurit berkuda tercebur dan berkelahi di dalam air. Itu hanya sedikit dari adegan-adegan brutal yang disuguhkan sutradara Petr Jákl.
Harta, tahta, dan wanita diangkat dalam film yang dibintangi oleh Ben Foster, Sophie Lowe, Michael Caine, Til Schweiger, Rolland Møller, Matthew Goode, dan William Moseley.
Sebagai seorang ksatria dan tentara bayaran, Zizka (Ben Foster) terjebak di dalam konflik politik yang membuatnya diminta untuk menculik Katherine (Sophie Lowe), tunangan dari bangsawan berkuasa Rosenberg (Til Schweiger) yang bersekongkol dengan Sigismund, saudara dari raja Wenceslas IV, yang ingin merebut kekuasaan.
Katherine yang punya posisi serta riwayat keluarga terpandang membuatnya seperti jadi barang berharga, diperebutkan oleh banyak pihak, dibawa paksa ke sana dan ke sini sebagai jaminan mendapatkan kekuasaan.
Di tengah konflik politik perebutan kekuasaan, hubungan antara Katherine dan Zizka yang semakin bersemi ketika mereka mulai lebih mengenal satu sama lain menambah bumbu drama.
Sayangnya, chemistry antara Ben Foster dan Sophie Lowe tidak terjalin manis, membuat drama itu terasa datar, bahkan ketika tiba di titik klimaks di mana Katherine, yang sering hanya terpaku ketika orang-orang di sekitarnya bertarung mempertaruhkan nyawa, membuat keputusan untuk dirinya sendiri.
Sebelum menonton Medieval, ada baiknya Anda membaca-baca dulu kisah tentang Jan Zizka serta kejadian di masa lampau yang digambarkan dalam film, seperti agar bisa lebih menikmati jalan cerita yang penuh intrik, juga banyaknya tokoh di dalamnya.
Di luar itu, Medieval bisa jadi tontonan yang asyik bagi pencinta film bertema perang dengan adegan-adegan gore juga kecerdikan Jan Zizka dalam membuat taktik militer penuh inovasi yang membuatnya selalu meraih kemenangan.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewa United kerap buruk di awal musim, koleksi tiga kekalahan dari empat laga
30 August 2025 6:24 WIB
Southampton naik ke peringkat 11 Liga Inggris usai tekuk Brentford 4-1
12 January 2022 15:49 WIB, 2022
Jokowi isi Tahun Baru 2022 dengan Jan Ethes dan Sedah Mirah di Bogor
02 January 2022 21:41 WIB, 2022
Presiden bagikan video momen jalan dan bersepeda bersama Jan Ethes
19 September 2021 17:46 WIB, 2021
Pacatur Polandia Duda singkirkan Carlsen di semi final Piala Dunia Catur 2021
04 August 2021 12:37 WIB, 2021
Terpopuler - Sinema & Musik
Lihat Juga
Vina Panduwinata dan Ardhito Pramono pukau penonton di Konser 52 Tahun Erros Djarot
26 April 2026 8:48 WIB
Joko Anwar ungkap makna baju tahanan kuning sebagai simbol harapan di Film Ghost in the Cell
10 April 2026 7:47 WIB