Pasien batu kantung empedu disarankan operasi jika alami gejala
Jumat, 4 November 2022 16:36 WIB
Ilustrasi seseorang mengalami sakit di perut. (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis bedah RSUPN Cipto Mangunkusumo dr. Febiansyah Ibrahim, SpB, Subsp. BD(K) menyarankan pasien batu kantung empedu segera operasi jika mengalami gejala-gejala seperti nyeri hebat dan muncul tiba-tiba di perut kanan atas dan menjalar ke punggung hingga ulu hati.
"Ada indikasi untuk melakukan tindakan operasi. Indikasi-indikasi ini kalau pada batu kantung empedu, harus disertai dengan gejala klinis," kata Febiansyah dalam bincang-bincang kesehatan yang digelar daring dalam rangka HUT RSCM ke-103 diikuti dari Jakarta pada Jumat.
Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia itu, jika pasien batu kantung empedu tidak dioperasi, maka dia akan terus mengalami gejala-gejala tersebut. Selain itu, dia juga bisa mengalami kolesistitis atau infeksi di kantung empedu yang berpotensi menimbulkan komplikasi.
"Batu kantung empedu ini bisa juga menjalar. Artinya, bisa jadi ke saluran empedu yang utama, sehingga menyebabkan (penyakit) kuning karena sumbatan pada saluran empedu," jelas dia.
Ia melanjutkan bahwa jika kondisi-kondisi tersebut sudah terjadi, maka penanganannya akan lebih sulit. Sehingga, akan lebih baik jika tindakan operasi dilakukan sesegera mungkin jika sudah menimbulkan gejala.
Saat melakukan tindakan operasi, ia menjelaskan bahwa dokter bedah akan mengangkat batu sekaligus kantung empedu. Menurut dia, kantung empedu harus ikut diangkat untuk mencegah batu muncul kembali.
Setelah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu, ia mengatakan bahwa cairan empedu bisa saja naik ke lambung sehingga terjadi mual.
"Fungsi kantung empedu itu kan menyimpan cairan empedu dan mengentalkannya, dan ketika dibutuhkan akan disalurkan ke saluran pencernaan. Jadi kalau tidak ada kantung empedu, tidak ada lagi yang menyimpan, sehingga cairan empedu langsung mengalir ke saluran utama dan menuju usus dua belas jari, dan bisa naik ke lambung," katanya.
Selain itu, ia melanjutkan, pasien juga akan mengalami diare karena cairan empedu yang berfungsi sebagai pencahar langsung mengalir ke usus. Akibatnya, sebagian lemak tidak dapat dicerna.
"Lemak yang tidak tercerna itu berlanjut ke usus besar dan akan menyebabkan diare," imbuhnya.
Oleh karena itu, Febiansyah pun menyarankan agar pasien tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak setelah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.*
"Ada indikasi untuk melakukan tindakan operasi. Indikasi-indikasi ini kalau pada batu kantung empedu, harus disertai dengan gejala klinis," kata Febiansyah dalam bincang-bincang kesehatan yang digelar daring dalam rangka HUT RSCM ke-103 diikuti dari Jakarta pada Jumat.
Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia itu, jika pasien batu kantung empedu tidak dioperasi, maka dia akan terus mengalami gejala-gejala tersebut. Selain itu, dia juga bisa mengalami kolesistitis atau infeksi di kantung empedu yang berpotensi menimbulkan komplikasi.
"Batu kantung empedu ini bisa juga menjalar. Artinya, bisa jadi ke saluran empedu yang utama, sehingga menyebabkan (penyakit) kuning karena sumbatan pada saluran empedu," jelas dia.
Ia melanjutkan bahwa jika kondisi-kondisi tersebut sudah terjadi, maka penanganannya akan lebih sulit. Sehingga, akan lebih baik jika tindakan operasi dilakukan sesegera mungkin jika sudah menimbulkan gejala.
Saat melakukan tindakan operasi, ia menjelaskan bahwa dokter bedah akan mengangkat batu sekaligus kantung empedu. Menurut dia, kantung empedu harus ikut diangkat untuk mencegah batu muncul kembali.
Setelah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu, ia mengatakan bahwa cairan empedu bisa saja naik ke lambung sehingga terjadi mual.
"Fungsi kantung empedu itu kan menyimpan cairan empedu dan mengentalkannya, dan ketika dibutuhkan akan disalurkan ke saluran pencernaan. Jadi kalau tidak ada kantung empedu, tidak ada lagi yang menyimpan, sehingga cairan empedu langsung mengalir ke saluran utama dan menuju usus dua belas jari, dan bisa naik ke lambung," katanya.
Selain itu, ia melanjutkan, pasien juga akan mengalami diare karena cairan empedu yang berfungsi sebagai pencahar langsung mengalir ke usus. Akibatnya, sebagian lemak tidak dapat dicerna.
"Lemak yang tidak tercerna itu berlanjut ke usus besar dan akan menyebabkan diare," imbuhnya.
Oleh karena itu, Febiansyah pun menyarankan agar pasien tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak setelah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.*
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polairud Polda Sumsel kumpulkan 300 kantung darah untuk korban gempa Cianjur
24 November 2022 17:33 WIB, 2022
KLHK tahan dua pelaku penjual tumbuhan dilindungi "kantong semar" ke Taiwan
29 May 2020 0:14 WIB, 2020
"Kacung Beruk" penganan unik dengan wadah tanaman hutan kantung semar
30 October 2019 13:05 WIB, 2019
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB