Ratusan ekor sapi di OKU divaksin
Senin, 4 Juli 2022 21:42 WIB
Pejabat Bupati OKU, Teddy Meilwansyah didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tri Apriningsih menyuntikan vaksin anti-PMK ke salah satu ekor sapi di peternakan milik PT MAA, Desa Tanjung Kemala, Senin (4/7/2022). (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Ratusan ekor sapi milik peternak di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan disuntik vaksin agar terlindungi dari penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Alhamdulillah Kabupaten OKU mendapat bantuan 500 dosis vaksin dari pemerintah pusat untuk diberikan pada hewan ternak milik masyarakat agar terhindar dari PMK," kata Pejabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah di Baturaja, Senin.
Dia menjelaskan pemberian vaksin dilakukan guna mencegah agar hewan ternak di OKU, khususnya sapi, tidak ada yang terinfeksi PMK.
Dalam penyuntikan, pihaknya membentuk Tim Satgas PMK di setiap kecamatan untuk terjun ke lapangan dengan cara mendatangi tempat-tempat peternak sapi di wilayah masing-masing.
"Sebelum melakukan vaksinasi kami sudah mengumpulkan para peternak dan memberikan sosialisasi tentang bahaya PMK, kemudian baru membentuk tim satgas," tegasnya.
Dinas Perikanan dan Peternakan OKU juga sudah membuka posko di perbatasan yang diisi dengan tim tenaga kesehatan hewan, guna memantau sapi yang masuk ke OKU.
Posko ini didirikan untuk memantau arus keluar masuk hewan ternak, khususnya sapi, dari luar Kabupaten OKU guna memastikan tidak terinfeksi PMK.
"Jika ada yang terinfeksi PMK, maka hewan ternak itu dilarang masuk ke Kabupaten OKU," tegasnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Tri Apriningsih menambahkan total populasi ternak sapi di OKU saat ini tercatat 8.800 ekor.
Artinya, kata dia, dengan adanya bantuan vaksin sebanyak 500 dosis, maka baru beberapa persen ternak sapi di wilayah tersebut bisa dipastikan bakal kebal terhadap penularan PMK.
"Sementara sisanya akan dilakukan vaksinasi lanjutan sambil menunggu tambahan dosis vaksin dari pusat," ujarnya.
"Alhamdulillah Kabupaten OKU mendapat bantuan 500 dosis vaksin dari pemerintah pusat untuk diberikan pada hewan ternak milik masyarakat agar terhindar dari PMK," kata Pejabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah di Baturaja, Senin.
Dia menjelaskan pemberian vaksin dilakukan guna mencegah agar hewan ternak di OKU, khususnya sapi, tidak ada yang terinfeksi PMK.
Dalam penyuntikan, pihaknya membentuk Tim Satgas PMK di setiap kecamatan untuk terjun ke lapangan dengan cara mendatangi tempat-tempat peternak sapi di wilayah masing-masing.
"Sebelum melakukan vaksinasi kami sudah mengumpulkan para peternak dan memberikan sosialisasi tentang bahaya PMK, kemudian baru membentuk tim satgas," tegasnya.
Dinas Perikanan dan Peternakan OKU juga sudah membuka posko di perbatasan yang diisi dengan tim tenaga kesehatan hewan, guna memantau sapi yang masuk ke OKU.
Posko ini didirikan untuk memantau arus keluar masuk hewan ternak, khususnya sapi, dari luar Kabupaten OKU guna memastikan tidak terinfeksi PMK.
"Jika ada yang terinfeksi PMK, maka hewan ternak itu dilarang masuk ke Kabupaten OKU," tegasnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Tri Apriningsih menambahkan total populasi ternak sapi di OKU saat ini tercatat 8.800 ekor.
Artinya, kata dia, dengan adanya bantuan vaksin sebanyak 500 dosis, maka baru beberapa persen ternak sapi di wilayah tersebut bisa dipastikan bakal kebal terhadap penularan PMK.
"Sementara sisanya akan dilakukan vaksinasi lanjutan sambil menunggu tambahan dosis vaksin dari pusat," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Balai Karantina Sumsel optimalkan pengawasan dermaga angkut hewan dan tumbuhan
30 June 2025 20:24 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Daftar wilayah banjir Jakarta Minggu ini: Pela Mampang jadi titik terdalam hingga 150 cm
08 March 2026 8:13 WIB
Banjir terjang 5 kecamatan di Kabupaten Tangerang, ketinggian air capai 1,5 meter
08 March 2026 7:22 WIB
Tim SAR gabungan selamatkan empat awak KLM Putra Kelana yang bocor di Natuna
06 March 2026 11:12 WIB
10 gajah ngamuk di Siak, ternyata demi selamatkan anak yang masuk tangki septik
22 February 2026 19:30 WIB