SKK Migas gelar pelatihan kerja minyak dan gas di Muba
Jumat, 20 Mei 2022 0:45 WIB
Pelaksana Tugas Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi (tengah) didampingi Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Mahendrawan (dua dari kiri) meluncurkan program Muba Vocational Center (MVC) tahun 2022 angkatan IV di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (19/5/2022) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)
Sumatera Selatan (ANTARA) - SKK Migas Kantor Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggelar program pelatihan kerja pada sektor minyak dan gas yang terpusat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Program pelatihan kerja bertajuk Muba Vocational Center (MVC) tahun 2022 angkatan IV diselenggarakan SKK Migas bersama perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja baru di daerah ini.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Mahendrawan di Sekayu, Kamis, mengatakan program MVC tahun 2022 angkatan IV tersebut terbuka untuk 84 peserta. Mereka akan mengikuti beberapa kelas pelatihan pada sektor minyak dan gas yang disiapkan di antaranya sebagai rigger, welder, scaffolder, dan teknisi kelistrikan.
"Program MVC batch IV dimulai pada Juni 2022, untuk pendaftaran sudah bisa diakses melalui akun media sosial kami, Pelatihan nantinya berlangsung selama tiga bulan yang semuanya dapat akomodasi penuh," kata dia didampingi perwakilan pelaksana MVC dari Petrotekno Yulius.
Ia mengharapkan setelah mengikuti rangkaian pelatihan tersebut para pemuda Musi Banyuasin sebagai angkatan kerja baru bisa segera direkrut perusahaan besar di sektor minyak dan gas karena telah mengantongi kemampuan di bidangnya.
"Itu telah terbukti, alumni MVC batch 1-3 sudah ada sebanyak enam orang bekerja, salah satunya sebagai welder untuk perusahaan ternama di Hamahera, Maluku Utara," imbuhnya.
Pelaksana Tugas Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengatakan kabupaten itu sebagai daerah lumbung energi yang menyimpan kandungan sekitar 53 persen pada sektor minyak dan gas sehingga bisa dikembangkan oleh warga setempat secara optimal.
Kabupaten Musi Banyuasin saat ini sedang mengalami bonus demografi yang sekitar 60 persen warga setempat berusia produktif 20-35 tahun.
Oleh karena itu, ia memastikan pemkab mendorong pemuda daerah ini mengikuti program MVC yang akan membekali mereka kemampuan dan keterampilan untuk kemudian terserap sebagai tenaga kerja pada sektor tersebut.
"Masyarakat Musi Banyuasin perlu diberikan kompetensi sehingga memiliki daya saing tinggi diserap sebagai tenaga kerja bersertifikat nasional-internasional nantinya," katanya.
Program pelatihan kerja bertajuk Muba Vocational Center (MVC) tahun 2022 angkatan IV diselenggarakan SKK Migas bersama perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja baru di daerah ini.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Mahendrawan di Sekayu, Kamis, mengatakan program MVC tahun 2022 angkatan IV tersebut terbuka untuk 84 peserta. Mereka akan mengikuti beberapa kelas pelatihan pada sektor minyak dan gas yang disiapkan di antaranya sebagai rigger, welder, scaffolder, dan teknisi kelistrikan.
"Program MVC batch IV dimulai pada Juni 2022, untuk pendaftaran sudah bisa diakses melalui akun media sosial kami, Pelatihan nantinya berlangsung selama tiga bulan yang semuanya dapat akomodasi penuh," kata dia didampingi perwakilan pelaksana MVC dari Petrotekno Yulius.
Ia mengharapkan setelah mengikuti rangkaian pelatihan tersebut para pemuda Musi Banyuasin sebagai angkatan kerja baru bisa segera direkrut perusahaan besar di sektor minyak dan gas karena telah mengantongi kemampuan di bidangnya.
"Itu telah terbukti, alumni MVC batch 1-3 sudah ada sebanyak enam orang bekerja, salah satunya sebagai welder untuk perusahaan ternama di Hamahera, Maluku Utara," imbuhnya.
Pelaksana Tugas Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengatakan kabupaten itu sebagai daerah lumbung energi yang menyimpan kandungan sekitar 53 persen pada sektor minyak dan gas sehingga bisa dikembangkan oleh warga setempat secara optimal.
Kabupaten Musi Banyuasin saat ini sedang mengalami bonus demografi yang sekitar 60 persen warga setempat berusia produktif 20-35 tahun.
Oleh karena itu, ia memastikan pemkab mendorong pemuda daerah ini mengikuti program MVC yang akan membekali mereka kemampuan dan keterampilan untuk kemudian terserap sebagai tenaga kerja pada sektor tersebut.
"Masyarakat Musi Banyuasin perlu diberikan kompetensi sehingga memiliki daya saing tinggi diserap sebagai tenaga kerja bersertifikat nasional-internasional nantinya," katanya.
Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
APKI dukung pasar karbon kehutanan untuk perkuat daya saing industri hijau indonesia
13 May 2026 12:36 WIB
Kemendag terbitkan Permendag Nomor 11 Tahun 2026 atur pembatasan impor pangan
30 April 2026 9:16 WIB
Menko Perekonomian: Pemerintah bakal bahas dukungan terhadap industri pengguna plastik
27 April 2026 20:35 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB