Sumsel kembangkan desa tangguh bencana
Senin, 16 Mei 2022 20:19 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru (ANTARA/Yudi Abdullah/22)
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya mengembangkan desa tangguh bencana (Destana) di kawasan rawan terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.
Untuk mengembangkan Destana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi setempat diminta untuk memetakan desa yang prioritas segera dibentuk sebagai desa tangguh bencana, kata Gubernur Sumsel Herman Deru, di Palembang, Senin.
Menurut dia, Destana perlu dikembangkan di kawasan rawan terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan, sehingga jika terjadi bencana tersebut masyarakat setempat bisa melakukan penanggulangan pertama dengan cepat dan tepat.
Dengan kemampuan penanggulangan pertama, diharapkan dapat dicegah timbulnya korban jiwa dan kerugian harta benda masyarakat dalam jumlah besar, kata Gubernur Herman Deru.
Sementara sebelumnya Kepala BPBD Sumsel Iriansyah menjelaskan bahwa Destana pertama yang dibentuk pada April 2022 yakni di Desa Jungai, Kecamatan RKT Prabumulih dengan pertimbangan desa tersebut sering mengalami banjir pada setiap musim hujan.
Desa Jungai sering dilanda bencana banjir saat musim hujan setiap tahunnya karena daratan desa yang rendah atau hampir sama dengan permukaan Sungai Rambang.
Untuk menghadapi bencana tersebut, masyarakat desa setempat harus dibekali kemampuan daya antisipasi, pengurangan risiko, dan daya adaptasi.
Dengan pembentukan Destana itu d!harapkan terwujud masyarakat yang tangguh menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi dampak musim hujan itu.
Selain itu pembentukan Destana diharapkan pula terwujud masyarakat yang tangguh menghadapi kemungkinan bencana kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau, katanya.
Menurut dia, untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai tindakan antisipasi dan menyiapkan petugas yang sewaktu-waktu siap diturunkan ke lokasi bencana.
Dengan tindakan antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas BPBD itu, diharapkan dapat dicegah terjadinya bencana dan jika terjadi bisa membantu menyelamatkan jiwa dan harta benda masyarakat, ujar Iriansyah.
Untuk mengembangkan Destana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi setempat diminta untuk memetakan desa yang prioritas segera dibentuk sebagai desa tangguh bencana, kata Gubernur Sumsel Herman Deru, di Palembang, Senin.
Menurut dia, Destana perlu dikembangkan di kawasan rawan terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan, sehingga jika terjadi bencana tersebut masyarakat setempat bisa melakukan penanggulangan pertama dengan cepat dan tepat.
Dengan kemampuan penanggulangan pertama, diharapkan dapat dicegah timbulnya korban jiwa dan kerugian harta benda masyarakat dalam jumlah besar, kata Gubernur Herman Deru.
Sementara sebelumnya Kepala BPBD Sumsel Iriansyah menjelaskan bahwa Destana pertama yang dibentuk pada April 2022 yakni di Desa Jungai, Kecamatan RKT Prabumulih dengan pertimbangan desa tersebut sering mengalami banjir pada setiap musim hujan.
Desa Jungai sering dilanda bencana banjir saat musim hujan setiap tahunnya karena daratan desa yang rendah atau hampir sama dengan permukaan Sungai Rambang.
Untuk menghadapi bencana tersebut, masyarakat desa setempat harus dibekali kemampuan daya antisipasi, pengurangan risiko, dan daya adaptasi.
Dengan pembentukan Destana itu d!harapkan terwujud masyarakat yang tangguh menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi dampak musim hujan itu.
Selain itu pembentukan Destana diharapkan pula terwujud masyarakat yang tangguh menghadapi kemungkinan bencana kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau, katanya.
Menurut dia, untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai tindakan antisipasi dan menyiapkan petugas yang sewaktu-waktu siap diturunkan ke lokasi bencana.
Dengan tindakan antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas BPBD itu, diharapkan dapat dicegah terjadinya bencana dan jika terjadi bisa membantu menyelamatkan jiwa dan harta benda masyarakat, ujar Iriansyah.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sumsel toleransi truk batu bara menyeberang jalan nasional hingga akhir Februari 2026
05 February 2026 21:35 WIB
Pemprov Sumsel percepat pembangunan flyover perlintasan kereta di Muara Enim
02 February 2026 19:24 WIB
Sumsel tetap tak izinkan angkutan batu bara pemasok PLTU Bengkulu melintas
28 January 2026 20:45 WIB
Pemprov Sumsel terus evaluasi progres perbaikan Jembatan P6 Lalan Musi Banyuasin
15 January 2026 19:15 WIB