Dinas Koperasi dan UMKM Palembang bentuk tim data usaha kecil
Kamis, 12 Mei 2022 14:34 WIB
Kegiatan UMKM di kawasan Kampus Jalan Bidar, POM IX Palembang. (ANTARA/Yudi Abdullah/22)
Palembang (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Palembang membentuk tim untuk melakukan pendataan ulang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu.
"Sekarang ini baru tercatat 1.103 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) padahal jumlahnya diprediksi mencapai 160.000 ribu lebih, sehingga perlu dilakukan pendataan ulang," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang Sulhijawati, di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, tim yang dibentuk untuk melakukan pendataan ulang UMKM itu nantinya akan melibatkan tenaga sukarelawan dari luar instansi.
Untuk membantu pendataan, pihaknya merekrut 320 pencacah yang dinamakan enumurator, dan akan ditempatkan di 107 kelurahan di wilayah 18 kecamatan dalam Kota Palembang.
Kegiatan pendataan direncanakan berlangsung selama lima bulan atau hingga November 2022. Untuk menyukseskan pendataan itu, ia mengharapkan partisipasi dari semua pelaku UMKM untuk melayani petugas pendataan dengan baik.
Melalui kegiatan pencacahan tersebut, ia memastikan nantinya bisa diketahui berapa banyak UMKM yang ada, lokasinya jelas, terdaftar atau memiliki izin, dan aktif.
Menurut Sulhijawati, keberadaan data UMKM yang akurat, bisa digunakan untuk melakukan pembinaan, pengembangan, dan penyaluran bantuan modal usaha.
"Sekarang ini baru tercatat 1.103 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) padahal jumlahnya diprediksi mencapai 160.000 ribu lebih, sehingga perlu dilakukan pendataan ulang," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang Sulhijawati, di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, tim yang dibentuk untuk melakukan pendataan ulang UMKM itu nantinya akan melibatkan tenaga sukarelawan dari luar instansi.
Untuk membantu pendataan, pihaknya merekrut 320 pencacah yang dinamakan enumurator, dan akan ditempatkan di 107 kelurahan di wilayah 18 kecamatan dalam Kota Palembang.
Kegiatan pendataan direncanakan berlangsung selama lima bulan atau hingga November 2022. Untuk menyukseskan pendataan itu, ia mengharapkan partisipasi dari semua pelaku UMKM untuk melayani petugas pendataan dengan baik.
Melalui kegiatan pencacahan tersebut, ia memastikan nantinya bisa diketahui berapa banyak UMKM yang ada, lokasinya jelas, terdaftar atau memiliki izin, dan aktif.
Menurut Sulhijawati, keberadaan data UMKM yang akurat, bisa digunakan untuk melakukan pembinaan, pengembangan, dan penyaluran bantuan modal usaha.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang ajak warga kembangkan usaha daur ulang sampah, tambah penghasilan keluarga
16 November 2025 9:18 WIB
Rekonstruksi kasus pembunuhan ibu kandung di OKU Timur, tersangka peragakan 20 adegan
28 May 2025 20:52 WIB
TNI AL timbang ulang narkoba diselundupkan kapal ikan Thailand ke Kepri, ternyata 2 ton
19 May 2025 12:06 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB