Masjid tua Flores wariskan nilai toleransi beragama
Sabtu, 30 April 2022 18:35 WIB
Masjid Nurjannah Riung, Ngada, NTT merupakan salah satu masjid tertua di Flores. (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)
Mbay (ANTARA) - Seorang tokoh mengemukakan Masjid Nurjannah Riung, Ngada, NTT, sebagai salah satu masjid tua di Flores, terus mewariskan nilai kebersamaan dan toleransi beragama kepada seluruh umat Islam di wilayah tersebut.
"Nilai yang diwariskan ialah nilai kebersamaan dalam kampung. Di sini toleransi umat beragama tinggi," kata tokoh agama Masjid Nurjannah Riung Mustafa Saban di Kabupaten Ngada, Sabtu.
Masjid Nurjannah berada di Desa Golo Riung, Kecamatan Riung. Masjid itu merupakan salah satu masjid tua di daratan Flores yang dibangun pada Tahun 1916 M atas prakarsa Kraeng Riung Sapraja, Imam pertama Ence Tayyeb, serta kesepakatan para tokoh masyarakat dan tokoh adat Riung.
Sejak masjid itu berdiri, nilai-nilai kebersamaan itu terus diwariskan hingga anak cucu. Bahkan pembangunan masjid itu telah melibatkan warga dari agama lain. Mustafa mengatakan, perbedaan agama bukanlah suatu masalah, karena anggota keluarga inti dalam satu rumah pun bisa berbeda-beda agama.
"Ada satu rumah itu orang tuanya Islam, anaknya Kristen, begitu juga sebaliknya," berharap nilai toleransi dan kebersamaan dalam kampung dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, dia juga meminta perhatian pemerintah untuk mendorong pembangunan masjid.
Hal itu dapat menjadi dukungan bagi masjid dalam terus mengembangkan ajaran agama Islam dan berbagai nilai luhur yang telah diwariskan sejak dulu.
"Nilai yang diwariskan ialah nilai kebersamaan dalam kampung. Di sini toleransi umat beragama tinggi," kata tokoh agama Masjid Nurjannah Riung Mustafa Saban di Kabupaten Ngada, Sabtu.
Masjid Nurjannah berada di Desa Golo Riung, Kecamatan Riung. Masjid itu merupakan salah satu masjid tua di daratan Flores yang dibangun pada Tahun 1916 M atas prakarsa Kraeng Riung Sapraja, Imam pertama Ence Tayyeb, serta kesepakatan para tokoh masyarakat dan tokoh adat Riung.
Sejak masjid itu berdiri, nilai-nilai kebersamaan itu terus diwariskan hingga anak cucu. Bahkan pembangunan masjid itu telah melibatkan warga dari agama lain. Mustafa mengatakan, perbedaan agama bukanlah suatu masalah, karena anggota keluarga inti dalam satu rumah pun bisa berbeda-beda agama.
"Ada satu rumah itu orang tuanya Islam, anaknya Kristen, begitu juga sebaliknya," berharap nilai toleransi dan kebersamaan dalam kampung dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, dia juga meminta perhatian pemerintah untuk mendorong pembangunan masjid.
Hal itu dapat menjadi dukungan bagi masjid dalam terus mengembangkan ajaran agama Islam dan berbagai nilai luhur yang telah diwariskan sejak dulu.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dilaporkan ke Polisi, Jusuf Kalla jelaskan konteks ceramah perdamaian di UGM
18 April 2026 20:17 WIB
Indonesia dan 6 negara kecam pembatasan ibadah di Masjid Al-Aqsa oleh Israel
31 March 2026 11:51 WIB
PLN UID S2JB jamin pasokan listrik masjid di Palembang saat shalat Idul Fitri
20 March 2026 9:18 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB