Disperindag Ogan Komering Ulu sidak pasar ritel modern
Jumat, 4 Februari 2022 11:31 WIB
Petugas Disperindag Kabupaten OKU Sumsel menggelar sidak pasar ritel modern dalam rangka pengawasan harga jual minyak goreng kemasan, Jumat. (ANTARA/Edo Purmana/22)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, melakukan sidak di sejumlah pasar ritel modern untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak goreng kemasan di pasaran.
"Sidak ini dilakukan untuk memastikan pengelola pasar ritel menjual harga minyak goreng kemasan tidak lebih dari Rp14.000 per kilogram," kata Pengawas Kemetrologian Disperindag Ogan Komering Ulu (OKU), Octa Liyandi di Baturaja, Jumat.
Sidak tersebut dilakukan di seluruh pasar ritel modern mulai dari Citimall Baturaja, Ramayana hingga Alfamart dan Indomaret di wilayah itu.
Dalam sidak pihaknya mengerahkan lima tim untuk menyisir sejumlah pasar ritel yang dilaksanakan selama tiga hari.
"Fokus sidak ini pengawasan stok dan harga jual minyak goreng," kata dia.
Berdasarkan hasil pengawasan tidak ditemukan pengelola pasar ritel yang menjual harga minyak goreng melampaui tinggi melebihi harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp14.000/kg.
Hanya saja, ia mengaku terdapat beberapa pasar ritel Alfamart dan Indomaret yang kehabisan stok minyak untuk dijual kepada masyarakat di wilayah itu.
Hal itu disebabkan Indomaret dan Alfamart mendapat suplai minyak goreng dari produsen yang sangat terbatas yaitu hanya pengiriman 24 kilogram per dua hari.
"Untuk pasar ritel lainnya seperti SMM dan UB Mart suplai pengirimannya cukup banyak yang dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat OKU," ujarnya.
"Sidak ini dilakukan untuk memastikan pengelola pasar ritel menjual harga minyak goreng kemasan tidak lebih dari Rp14.000 per kilogram," kata Pengawas Kemetrologian Disperindag Ogan Komering Ulu (OKU), Octa Liyandi di Baturaja, Jumat.
Sidak tersebut dilakukan di seluruh pasar ritel modern mulai dari Citimall Baturaja, Ramayana hingga Alfamart dan Indomaret di wilayah itu.
Dalam sidak pihaknya mengerahkan lima tim untuk menyisir sejumlah pasar ritel yang dilaksanakan selama tiga hari.
"Fokus sidak ini pengawasan stok dan harga jual minyak goreng," kata dia.
Berdasarkan hasil pengawasan tidak ditemukan pengelola pasar ritel yang menjual harga minyak goreng melampaui tinggi melebihi harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp14.000/kg.
Hanya saja, ia mengaku terdapat beberapa pasar ritel Alfamart dan Indomaret yang kehabisan stok minyak untuk dijual kepada masyarakat di wilayah itu.
Hal itu disebabkan Indomaret dan Alfamart mendapat suplai minyak goreng dari produsen yang sangat terbatas yaitu hanya pengiriman 24 kilogram per dua hari.
"Untuk pasar ritel lainnya seperti SMM dan UB Mart suplai pengirimannya cukup banyak yang dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat OKU," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siap tantang pasar SUV listrik nasional, ini keunggulan Leapmotor B10 versi global
02 May 2026 9:37 WIB
Laju IHSG dan Indeks LQ45 kompak menguat pada pembukaan perdagangan Jumat pagi
17 April 2026 9:29 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB