Indonesia usulkan teknologi penyimpanan carbon di G20
Rabu, 26 Januari 2022 9:55 WIB
Ilustrasi - Pekerja melakukan aktivitas pengeboran sumur minyak. (ANTARA/HO-Pertamina)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM akan mengusulkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) menjadi salah satu proyek kerja sama dalam Presidensi Group of Twenty atau G20.
"Program CCUS dalam G20 menunjukkan keseriusan negara kita dalam menjaga lingkungan. Ini merupakan salah satu konsekuensi sebagai negara yang telah meratifikasi Perjanjian Paris tentang perubahan iklim," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 selama setahun mulai 1 Desember 2021 hingga November 2022. Terdapat tiga topik utama yang dibahas dalam forum ini, yaitu sistem kesehatan dunia, transformasi ekonomi, digital dan transisi energi.
Tutuka menyampaikan Indonesia harus menjalin kerja sama multilateral dengan anggota G20 lainnya agar CCUS dapat menjadi salah satu proyek kerja sama dalam forum tersebut.
Presidensi G20 beranggotakan 19 negara dengan rincian Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, China, Turki, dan Uni Eropa.
"Indonesia memang telah menjalin kerja sama dengan Jepang, tapi itu tidak cukup, diperlukan kerja sama dengan negara-negara lain agar skalanya lebih besar," ujar Tutuka.
Tutuka mengusulkan negara-negara yang perlu digandeng lantaran telah memiliki pengalaman terkait CCUS adalah Kanada dan Amerika Serikat.
"Kita masih cukup punya waktu untuk menjalin kerja sama multilateral agar CCUS dapat menjadi salah satu proyek kerja sama di G20," tambahnya.
Presidensi G20 mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Rangkaian pertemuan Presidensi G20 tahun ini berjumlah 150 kegiatan yang terdiri dari pertemuan working groups, engagement groups, deputies/sherpa, ministerial, dan KTT G20, serta kegiatan sampingan lainnya.
Isu penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS) akan menjadi salah satu topik bahasan dalam kegiatan sampingan G20 tahun ini.
"Program CCUS dalam G20 menunjukkan keseriusan negara kita dalam menjaga lingkungan. Ini merupakan salah satu konsekuensi sebagai negara yang telah meratifikasi Perjanjian Paris tentang perubahan iklim," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 selama setahun mulai 1 Desember 2021 hingga November 2022. Terdapat tiga topik utama yang dibahas dalam forum ini, yaitu sistem kesehatan dunia, transformasi ekonomi, digital dan transisi energi.
Tutuka menyampaikan Indonesia harus menjalin kerja sama multilateral dengan anggota G20 lainnya agar CCUS dapat menjadi salah satu proyek kerja sama dalam forum tersebut.
Presidensi G20 beranggotakan 19 negara dengan rincian Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, China, Turki, dan Uni Eropa.
"Indonesia memang telah menjalin kerja sama dengan Jepang, tapi itu tidak cukup, diperlukan kerja sama dengan negara-negara lain agar skalanya lebih besar," ujar Tutuka.
Tutuka mengusulkan negara-negara yang perlu digandeng lantaran telah memiliki pengalaman terkait CCUS adalah Kanada dan Amerika Serikat.
"Kita masih cukup punya waktu untuk menjalin kerja sama multilateral agar CCUS dapat menjadi salah satu proyek kerja sama di G20," tambahnya.
Presidensi G20 mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Rangkaian pertemuan Presidensi G20 tahun ini berjumlah 150 kegiatan yang terdiri dari pertemuan working groups, engagement groups, deputies/sherpa, ministerial, dan KTT G20, serta kegiatan sampingan lainnya.
Isu penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS) akan menjadi salah satu topik bahasan dalam kegiatan sampingan G20 tahun ini.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan karyawan Mitra Ogan tuntut pelunasan gaji yang tertunggak 20 bulan
16 December 2025 17:23 WIB
Dua ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta, 20 orang dikabarkan luka-luka
07 November 2025 18:20 WIB
Maroko ke partai final Piala Dunia U-20, kandaskan perlawanan Prancis dalam adu penalti
16 October 2025 8:45 WIB
Perkara TPPU, bos narkoba di Palembang terancam dimiskinkan dan penjara 20 tahun serta denda Rp10 miliar
11 September 2025 22:07 WIB
James Milner pakai nomor punggung 20 di Brighton & Hove Albion, hormati Diogo Jota
02 August 2025 7:08 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PT OKI Pulp & Paper bangun jalan beton di OKI, dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa
14 February 2026 17:53 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB