Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Pekan Adat pada 2021 sebagai yang kedua untuk menjaga kelestarian budaya setempat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi berbagai pihak terutama seniman sehingga kegiatan ini berlangsung secara rutin selama dua tahun.

"Pekan Adat ini merupakan alat juang untuk menjaga adat dan budaya Sumsel tetap lestari,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka Pekan Adat di Gedung Graha Budaya Jakabaring, Palembang, Selasa.

Ia yang juga menjabat sebagai Presiden Dunia Melayu Dunia (DMDI) Indonesia ini mengaku bangga karena masih banyak masyarakat Sumsel terutama tokoh adat, pelaku seni dan lainnya yang peduli dengan kekayaan adat budaya.

Sejak awal dirinya berkomitmen mendukung segala kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi budaya, khususnya adat-istiadat, karena Sumatera Selatan kaya akan tradisi budaya yang baik untuk diwariskan kepada generasi muda.

Hal itu, katanya, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Untuk itu, ia mengharapkan penyelenggaraan Pekan Adat ini tidak sekadar menjadi ajang menampilkan gaun-gaun tradisional yang indah dari berbagai suku, namun menjadi ajang untuk melestarikan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal mengatakan kegiatan ini melibatkan pelaku budaya termasuk peguyuban seniman di Sumsel.

“Ini merupakan program kerja yang kami susun untuk melestarikan dan mengembangkan budaya yang selama ini belum muncul ke permukaan," kata dia.

 

Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024