Diskominfo OKU data jumlah pegiat medsos
Kamis, 4 November 2021 21:12 WIB
Plt Kabid Pengelolaan Informasi Opini dan Aspirasi Publik (PIOAP) Diskominfo OKU, Dede Fernandez. (ANTARA/Edo Purmana/21)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mulai tahun 2022 mendata jumlah para pegiat media sosial (medsos) yang aktif di wilayah itu.
"Ya, kami akan mengumpulkan data para pegiat medsos di OKU," kata Kepala Diskominfo Ogan Komering Ulu (OKU), Prayitno Darmadi didampingi Plt Kabid Pengelolaan Informasi Opini dan Aspirasi Publik (PIOAP), Dede Fernandez di Baturaja, Kabupaten OKU, Kamis.
Dijelaskan Dede, perkembangan teknologi informasi saat ini cukup pesat di mana kebutuhan informasi masyarakat pun juga sudah dikemas dengan cara yang menarik.
Tidak hanya dalam bentuk tulisan, tetapi juga dalam bentuk video yang banyak ditayangkan melalui media sosial seperti di laman Youtube, Tiktok atau lainnya.
Di OKU sendiri, kata Dede, peluang berkembangnya teknologi ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa pengguna teknologi, sebut saja mereka-mereka para konten creator.
“Walau jumlah dan keberadaannya belum terdeteksi, namun saat ini kami sedang mendata khususnya konten kreator yang berdomisili di OKU. Akan kami kumpulkan mereka. Kalau mereka mau kerja sama atau minta difasilitasi kami siap," tegasnya
Dede mengatakan, hal ini dilakukan agar konten-konten yang disebar di medsos ke depan diharapkan semakin mempromosikan potensi daerah di halaman youtubenya atau media sosial lainnya.
Dengan begitu, masyarakat bisa melihat bagaimana perkembangan daerah ini mulai dari kegiatan pemerintah daerah, hiburan hingga seni budaya khas Kabupaten OKU.
Menurut Dede, pihaknya juga siap mendukung dan berkolaborasi dengan para konten kreator di OKU dalam upaya memajukan daerah dan mengenalkan potensi wilayah setempat.
"Apalagi jika mengusung semangat publikasi. Harapannya, tentu tak lain agar OKU dapat lebih dikenal lagi oleh dunia luar. Baik tingkat nasional maupun mancanegara," ujarnya.
"Ya, kami akan mengumpulkan data para pegiat medsos di OKU," kata Kepala Diskominfo Ogan Komering Ulu (OKU), Prayitno Darmadi didampingi Plt Kabid Pengelolaan Informasi Opini dan Aspirasi Publik (PIOAP), Dede Fernandez di Baturaja, Kabupaten OKU, Kamis.
Dijelaskan Dede, perkembangan teknologi informasi saat ini cukup pesat di mana kebutuhan informasi masyarakat pun juga sudah dikemas dengan cara yang menarik.
Tidak hanya dalam bentuk tulisan, tetapi juga dalam bentuk video yang banyak ditayangkan melalui media sosial seperti di laman Youtube, Tiktok atau lainnya.
Di OKU sendiri, kata Dede, peluang berkembangnya teknologi ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa pengguna teknologi, sebut saja mereka-mereka para konten creator.
“Walau jumlah dan keberadaannya belum terdeteksi, namun saat ini kami sedang mendata khususnya konten kreator yang berdomisili di OKU. Akan kami kumpulkan mereka. Kalau mereka mau kerja sama atau minta difasilitasi kami siap," tegasnya
Dede mengatakan, hal ini dilakukan agar konten-konten yang disebar di medsos ke depan diharapkan semakin mempromosikan potensi daerah di halaman youtubenya atau media sosial lainnya.
Dengan begitu, masyarakat bisa melihat bagaimana perkembangan daerah ini mulai dari kegiatan pemerintah daerah, hiburan hingga seni budaya khas Kabupaten OKU.
Menurut Dede, pihaknya juga siap mendukung dan berkolaborasi dengan para konten kreator di OKU dalam upaya memajukan daerah dan mengenalkan potensi wilayah setempat.
"Apalagi jika mengusung semangat publikasi. Harapannya, tentu tak lain agar OKU dapat lebih dikenal lagi oleh dunia luar. Baik tingkat nasional maupun mancanegara," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Ternate, Bitung, dan Halmahera berstatus siaga tsunami usai gempa Magnitudo 7,6
02 April 2026 7:12 WIB
Perkuat kolaborasi hijau, Wabup Muba ajak LTKL gali potensi daerah berkelanjutan
28 May 2025 12:22 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB