Seekor gajah sumatra ditemukan mati di Pelalawan Riau
Selasa, 2 November 2021 23:06 WIB
Gajah yang dilaporkan masyarakat, ditemukan mati di Bukit Apolo, Kabupaten Pelalawan. (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)
Pekanbaru (ANTARA) - Seekor gajah sumatra (Elephas Maximus sumatranus) ditemukan mati di wilayah Bukit Apolo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, disebabkan infeksi organ pencernaan, malnutrisi dan dehidrasi.
"Dari ciri-ciri fisiknya, gajah tersebut adalah gajah sakit yang sebelumnya sudah dilakukan pengobatan (penanganan medis) pada hari Sabtu, (23/10) oleh Tim Medis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau," kata Pelaksana Tugas Kepala Besar KSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara di Pekanbaru, Selasa.
Pengobatan saat itu dilakukan bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo di Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu.
Setelah diobati, gajah itu terlihat lancar berjalan dan terus berjalan ke arah hutan.
Baca juga: Rencana aksi konservasi gajah sumatera ditetapkan di Bentang Alam Seblat Bengkulu Utara
Namun, gajah itu diketahui mati pada Rabu (27/10), ketika Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL) dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima laporan dari masyarakat di Bukit Apolo.
Selanjutnya, Kepala Resort melaporkan kepada Kepala Balai TNTN yang ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau untuk bersama sama melakukan penanganan. Pada hari itu juga sekitar pukul 22.00 WIB, tim gabungan menuju lokasi kejadian di Bukit Apolo dan tiba di lokasi pada Kamis (28/10) pukul 03.15 WIB.
Dalam tindakan nekropsi (upaya mengetahui penyebab kematian satwa), tidak dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Hal itu dikarenakan semua organ dalam tubuh sudah rusak (lisis), sehingga seluruh organ dalam tubuh langsung dikuburkan.
Nekropsi sebelumnya dilakukan saat mengobati gajah berjenis kelamin betina itu. Diketahui, satwa itu memiliki tinggi badan 2,17 meter, berat badan 2 ton, tebal kulit perut 0,4 centimeter, tebal kulit punggung 1,2 cm.*
Baca juga: Satu gajah sumatera ditemukan mati tanpa kepala
"Dari ciri-ciri fisiknya, gajah tersebut adalah gajah sakit yang sebelumnya sudah dilakukan pengobatan (penanganan medis) pada hari Sabtu, (23/10) oleh Tim Medis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau," kata Pelaksana Tugas Kepala Besar KSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara di Pekanbaru, Selasa.
Pengobatan saat itu dilakukan bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo di Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu.
Setelah diobati, gajah itu terlihat lancar berjalan dan terus berjalan ke arah hutan.
Baca juga: Rencana aksi konservasi gajah sumatera ditetapkan di Bentang Alam Seblat Bengkulu Utara
Namun, gajah itu diketahui mati pada Rabu (27/10), ketika Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL) dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima laporan dari masyarakat di Bukit Apolo.
Selanjutnya, Kepala Resort melaporkan kepada Kepala Balai TNTN yang ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau untuk bersama sama melakukan penanganan. Pada hari itu juga sekitar pukul 22.00 WIB, tim gabungan menuju lokasi kejadian di Bukit Apolo dan tiba di lokasi pada Kamis (28/10) pukul 03.15 WIB.
Dalam tindakan nekropsi (upaya mengetahui penyebab kematian satwa), tidak dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Hal itu dikarenakan semua organ dalam tubuh sudah rusak (lisis), sehingga seluruh organ dalam tubuh langsung dikuburkan.
Nekropsi sebelumnya dilakukan saat mengobati gajah berjenis kelamin betina itu. Diketahui, satwa itu memiliki tinggi badan 2,17 meter, berat badan 2 ton, tebal kulit perut 0,4 centimeter, tebal kulit punggung 1,2 cm.*
Baca juga: Satu gajah sumatera ditemukan mati tanpa kepala
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Delapan anak tewas dalam penembakan di Louisiana, tersangka ditembak mati polisi
20 April 2026 9:52 WIB
Personel militer AS kecewa serangan ke Iran, sebut tak ingin mati demi Israel
23 March 2026 13:29 WIB
Mati mesin dan miring 20 derajat, KM Gandha Nusantara 17 terombang-ambing di perairan Ternate
15 March 2026 19:14 WIB
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB